Santunan Kecelakaan Capai Rp 1,8 Miliar

  • Whatsapp
foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Hampir setiap momen Idul Fitri, volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan. Seiring dengan hal itu, risiko kecelakaan pun lebih tinggi daripada kondisi normal. Ternyata, angka kecelakaan selama momen mudik Idul Fitri 2015 lebih kecil 20 persen daripada momen sama tahun lalu.

“Alhamdulillah, angka kecelakaan turun jika perbandingannya dengan momen Idul Fitri 2014,” tandas Kepala PT Jasa Raharja Cabang Jabar, Edy Supriadi, di tempat kerjanya, PT Jasa Raharja Cabang Jabar, Jalan Soekarnohatta Bandung, Kamis (23/7).

Diungkapkan, pada periode H-7 sampai H+4 Idul Fitri 2015 yaitu 10-22 Juli 2015, jumlah korban tewas di Jabar mencapai 98 orang. Angka itu, jelasnya, jauh lebih rendah daripada H-7 sampai H+4 Idul FItri 2014, yang jumlah korban tewas sebanyak 171 orang.

Begitu pula dengan korban luka-luka. Periode H-7 sampai H+4, sebut Edy, jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka-luka sebanyak 504 orang. Sedangkan periode H-7 sampai H+4 Idul Fitri 2014, lanjut pria berkaca mata ini, jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka-luka mencapai 585 orang. “Jadi, secara keseluruhan, jumlah korban kecelakaan periode H-7 sampai H+4 Idul FItri 2015 sebanyak 602 orang. Semnetara periode sama tahun lalu, angkanya 700-an orang,” tutur Edy.

Penyaluran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas, baik tewas maupun luka-luka, kami tuntaskan 22 Juli 2015. Untuk korban luka, kami menjamin seluruh biaya perawatannya. Edy meneruskan, pembayaran santunan kecelakaan pada H1 sampai H+7, pihaknya menuntaskannya maksimal pada 26 Juli 2015.

Soal nilai santunan, Edy mengutarakan, hingga H+4, pihaknya masih melakukan rekapitulasi. Akan tetapi, kata dia, untuk periode H-7 sampai H-1 Idul Fitri 2015, nilainya mencapai Rp 1.82 miliar. Jumlah korban tewas pada periode tersebut, yaitu H-7 sampai H-1, ssbanyak 73 orang. “Masing-masing ahli waris memperoleh santunan Rp 25 juta,” sahut Edy.

Pada periode itu pun, imbuhnya, pihaknya menyalurkan santunan bagi 1 orang korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka-luka sebagai biaya perawatan rumah sakit. Nilai santunannya, kata Edy, sebesar Rp 4.965.000. “Rumah sakit menagihkan biaya perawatan kepada kami, jangan korban. (ADR)

Related posts