Rieke: Partai Bukan Angkot

  • Whatsapp
Rieke "Oneng" Dyah Pitaloka memberikan keterangan terkait Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Selasa (16/10) (JABARTODAY.COM/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) baru akan mengeluarkan calonnya yang akan bersaing di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 pada minggu depan. Nama-nama calon yang akan bersaing memperebutkan tampuk pimpinan Jabar dari partai tersebut sudah sering disebut, mereka adalah Bakal calon yang dimaksud Nanan adalah Sekretaris DPD PDIP Jabar Gatot Tjahyono, Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, Bupati Cirebon Dedi Supardi, anggota DPR RI Rieke Dyah Pitaloka, dan terakhir Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna.

Santer disebut, Rieke Dyah Pitaloka akan menjadi calon kuat yang diusung partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut. Mengenai hal itu, Rieke menyerahkan seluruh keputusan kepada pimpinan partai.

“Kita lihat saja. Minggu-minggu depan, PDIP akan mengeluarkan putusan siapa yang dicalonkan,” kata Rieke, seusai acara seminar pangan di Taman Pramuka Bandung, Selasa (16/10).

Rieke juga menepis kemungkinan keluar dari PDIP bila tidak direkomendasikan menjadi calon gubernur. Karena, ia masuk ke dalam partai bukan untuk ikut pemilihan kepala daerah, namun memperjuangkan keinginan politiknya, khususnya bagi rakyat kecil. “Partai itu bukan angkot (angkutan kota). Dan saya masuk partai bukan untuk maju pilkada. Ada kan orang yang kalau ga direkomendasi (kepala daerah), keluar. Saya bukan seperti itu,” tukasnya.

Terkait isu yang mengkaitkan dirinya akan dipasangkan dengan aktivis anti korupsi Teten Masduki untuk maju sebagai Jabar 1, Rieke menyambut hangat kabar tersebut. Dirinya sangat menghargai prinsip dan kinerja yang selama ini dijalankan Teten. “Kalau dipasangkan dengan Kang Teten, Insya Allah bisa matching (menyatu). Tapi, kembali lagi, seluruh keputusan untuk bisa maju atau tidak, rekomendasi atau tidak, ada di tangan pimpinan partai,” ujar Rieke.

Meski begitu, dirinya tidak menutup harapan untuk bersanding dengan pria alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tersebut. Ketika disinggung berdampingan dengan Nanan, Rieke menyatakan untuk maju sebagai kepala daerah, bukan untuk mencari kekuasaan, tapi menjalankan prinsip-prinsip politik yang tidak mudah dan itu membutuhkan orang yang satu pemikiran. “Ini bukan sekedar menang atau kalah. Tapi juga menjalankan ideologi partai,” tegasnya.

Ditanya soal berpasangan dengan yang lain, termasuk dengan Dede Yusuf, calon dari Partai Demokrat, Rieke mengaku telah berkomunikasi dengan Dede, juga calon lainnya. Dan dirinya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomunikasi dengannya. Namun, urusan koalisi diserahkan tetap kepada pimpinan pusat PDIP.

“Urusan koalisi atau jalan sendiri, ada di tangan pimpinan pusat PDIP. Saya tidak bisa berkomentar,” tutup perempuan yang akrab disapa Oneng itu. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts