Ridwan Kamil: Pancasila adalah Perekat Seluruh Unsur Bangsa

  • Whatsapp
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjadi narasumber dalam acara dialog kebangsaan memeringati Hari Lahir Pancasila, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/6/2021). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Injabar Unpad dan Yayasan Putera Nasional Indonesia menggelar dialog kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/6/2021).

Acara yang bertujuan untuk semakin menegaskan Pancasila sebagai dasar negara, menghadirkan sejumlah pembicara seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Guru Besar Unpad Keri Lestari, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Dalam paparannya, Ridwan Kamil menjelaskan betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar negara.

“Indonesia punya perjanjian agung yang disepakati semua orang, yaitu Pancasila,” ujar Emil, sapaan akrabnya.

Emil menilai, pentingnya Pancasila ini terbukti karena menjadi perekat seluruh unsur bangsa yang dikenal memiliki keragaman tersebut. Dia bersyukur Indonesia tetap bersatu meski di dalamnya banyak perbedaan mulai dari etnis dan agama.

Baca Juga

“Bandingkan dengan di Timur Tengah, yang bahasanya satu, agamanya satu, tapi terbelah jadi 22 republik negara,” katanya.

Meski begitu, Emil mengakui terdapat sejumlah persoalan yang harus diatasi. Menurut dia, saat ini masyarakat mudah berselisih karena mengedepankan perbedaan. Hal ini semakin menjadi pasca hadirnya media sosial seiring digitalisasi yang tak terbendung.

Oleh karena itu, dia berharap akan semakin banyak masyarakat yang lebih mengedepankan persamaan dibanding perbedaan. Bahkan, Emil pun menegaskan pentingnya menjaga keberagaman dengan menjadikan nasionalis sebagai hal yang utama.

“Pancasila sudah betul, jangan memaksa negara berbasis agama. Seperti India, yang ingin Islam misah jadi Pakistan. Perpecahan itu pun tidak selesai, karena ada sekte-sekte. Sehingga sekte-sekte berkelahi, pecah menjadi Bangladesh,” urainya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, yang hadir secara virtual, memandang bila Pancasila memiliki relevansi sangat nyata termasuk dalam kondisi pandemi seperti ini. Apalagi, dia mengakui bahwa dunia pariwisata sangat terdampak krisis global, sehingga harus berinovasi agar kembali bangkit. Namun begitu, Sandi optimistis pariwisata Tanah Air bakal segera bangkit.

“Dari perspektif kami, Pancasila punya makna dalam kekinian. Pancasila membimbing kita berinovasi, beradaptasi, berkolaborasi,” cetusnya.

Ketua Yayasan Putera Nasional Indonesia Pamriadi menyebut, Pancasila merupakan warisan yang sangat berharga. Pancasila merupakan konsensus luar biasa, hasil pemikiran dan jiwa luhur pendiri bangsa.

“Prinsip persatuan, kerakyatan, dan keadilan ini harus selalu kita jaga demi keutuhan dan kemajuan bersama,” tegasnya. (*)

Related posts