Reuni 2 Dekade SMPN 5 Bandung, Inspirasional dan Edukatif

Panitia dan Tim sukses ReuniJABARTODAY.COM – BANDUNG

Alumni SMP Negeri 5 Bandung lulusan 1994 mengadakan reuni dua dekade angkatan mereka, Sabtu 31 Mei 2014. Berbeda dengan acara reuni pada umumnya, konsep yang mereka gagas terbilang edukatif.

Reuni 2 Dekade 1994-2004 tidak sekadar acara kumpul-kumpul rekan satu angkatan yang sudah lulus bersekolah. Tapi juga mengadakan rangkaian acara yang bersifat inspirasional dan bermanfaat bagi almamaternya.

“Kami mengajukan konsep ‘Dari dan Oleh ’94 untuk 5’. Maksudnya, kami alumni SMP Negeri 5 Bandung lulusan 1994, ingin memberikan membalas jasa bagi almamater yang telah membekali kami dengan hal yang kami punyai. Bukan untuk sekolah tercinta tapi juga bisa menjadi masukan bagi adik-adik kami yang masih bersekolah,” kata Ketua Panitia, H.M. Tofan Garna.

Dengan persiapan yang singkat, kurang dari 1,5 bulan, tersusun panitia yang beranggotakan 13 orang, yakni Yayan Rudiwan, Harry Martawijaya, Petri Mulia, Herra Pahlasari, Manik Prajana, Jalu Wirajati, Nai Ekanegara, Febby Lorents, Retzy Nur Azizah, M. Makih, Dicky Canadian dan Nova Openg, yang datang dari berbagai profesi. Dalam waktu persiapan yang singkat, Reuni 2 dekade bisa dihadiri 120 alumnus dari berbagai kota.

Acara dimulai dengan bakti sosial dari alumni SMP Negeri 5 Bandung lulusan 1994 yang berprofesi sebagai dokter. Tim dokter sebanyak 9 orang dari berbagai spesialis ini dikoordinir oleh dr. Indra Syahril Sp.A. Mereka memberikan pelayanan gratis bagi para guru yang mengajar, khususnya mereka yang mengajar mereka selama bersekolah tiga tahun di SMP Negeri 5 Bandung. Para guru dan pensiunan guru itu memang mendapatkan undangan khusus dari para alumni.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sharing dan learning forum yang dibuka oleh Mayor (Inf.) Agus Harimurti Yudhoyono. Lulusan terbaik Akabri tahun 2000 itu berbagi kisah tentang perjalanannya dari mulai bangku sekolah hingga bisa menjadi perwira menengah di kesatuan Kostrad.

“Jika dulu kita selalu dinasihati agar giatlah belajar tapi jangan lupa bermain. Kini telah berganti menjadi mainlah yang giat tapi jangan lupa belajar. Sebab, ilmu bisa didapatkan di mana saja,” ujar Agus.

Kemudian, sejumlah 5 alumni perwakilan dari berbagai profesi berbagi cerita soal pilihan karier yang ternyata sesuai dengan hobinya pada masa lalu. Diantaranya Yayan Rudiwan, Jalu Wirajati, Harry Martawijaya , Shanty Yulianti Ph.D, dan Manik “La Luna” Purwakrishna.

“Jangan jadikan belajar sebagai beban karena justru akan menyulitkan kita. Tapi jadikanlah belajar sebagai hobi dengan begitu segalanya akan mudah,” kata Shanty yang kini menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung.

Reuni 2 Dekade 1994-2004 itu pun mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Bandung Yusuf S.Pd, M.Pd, bersyukur dan berterima kasih atas sumbangan yang diberikan para alumni, baik berupa material seperti sumbangan untuk perbaikan sekolah dan para pedagang, maupun non-material berupa sharing dan learning forum yang diadakan dan bantuan yang diberikan alumni untuk pengembangan sekolah.

Reuni 2 dekade ini juga peduli terhadap lingkungan sekitar dengan memberikan bantuan terhadap pedagang yang masih bertahan di sekitar SMP Negeri 5 sejak tahun 1991. Perwakilan pedagang diwakili oleh Ocim, yang setia berjualan minuman di depan sekolah.

“Biasanya, alumni punya acara reuni sendiri-sendiri. Tapi alumni ini, mengadakannya di sekolah dan memberikan sesuatu bagi almamater tercintanya,” imbuh Rombang Kushardi W., BA, yang merupakan Ketua Paguyuban Pensiunan Guru SMP Negeri 5 Bandung yang juga pernah menjadi kepala sekolah SMP Negeri 5 Bandung pada awal 1990-an.

“Alhamdulillah telah hadir 39 guru di periode tahun ajar 1991-1994 mendukung acara ini. Tanpa mereka kami takkan bisa menjadi yang sekarang,” tandasnya. (*/rls)

Related posts