
Terlihat salah satunya rutilahu milik pasangan suami istri, Cicih (45) dan Asep Yadi (35) di Dusun Kiarakoneng Awi Peuteuy, Desa Talagasari, Kecamatqn Serangpanjang, Kabupaten Subang, saat ini capaiannya sudah mendekati 50 persen. Rumah yang dulunya bisa dikatakan jauh dari kata layak saat ini perlahan nampak perubahannya.
“Terima kasih rumah saya sudah diperbaiki dan saat ini rumah saya yang dulunya berdindingkan anyaman bambu sekarang sudah berubah menjadi dinding yang kokoh. Kayu-kayu dan bambu yang keropos saat ini pun sudah diganti. Bahkan kusen jendela dan pintupun sudah diganti dengan desain yang baru sekali lagi terima kasih yang tak terhingga,” ucap Cicih, Senin (6/07/2020).
Sementara itu, Komandan Kodim 0605/Subang, sekaligus Komandan Satgas TMMD, Letkol (Arh) Edi Maryono menjelaskan, sasaran fisik berupa renovasi rumah tidak layak huni ini, kini sudah mencapai hampir 50 persen.
Selanjutnya, dia menegaskan, rumah rutilahu milik Ibu Cicih maupun rumah milik Ibu Nemah dibangun dengan standar rumah yang layak, sehat, nyaman, sekarang rumah milik Ibu Cicih dalam tahap pemasangan dan peninggian dinding batu bata.
“Semua rutilahu dibangun sama dengan standar rumah yang layak, sehat dan nyaman. Karena sehat itu bisa memicu segala aspek terutama jika masyarakat sehat, maka mereka akan mudah dalam melakukan kegiatan dalam kesehariannya,” pungkasnya. (*)