Home » Regional » Bus Damri Tak Layak Pakai Tetap Beroperasi

Bus Damri Tak Layak Pakai Tetap Beroperasi

antarafoto

 

JABARTODAY.COM – SUMEDANG

Masih digunakannya armada bus Damri jurusan Tanjungsari-Kebonkelapa yang dianggap tidak layak pakai  menuai kritikan dari warga. Beberapa konsumen bus yang ditemui JABARTODAY.COM, Rabu (24/10), menegaskan, mereka menuntut pelayanan yang lebih memuaskan.

Asep D (42), warga Tanjungsari, mengatakan, berdasar kondisi yang dia lihat di Terminal BusTanjungsari, dari beberapa armada bus yang digunakan untuk melayani penumpang, sebagian besar sudah tidak layak pakai. Tampilan bus, kata dia, sangat memprihatinkan. Di antaranya beberapa bagian bus ada yang penyok dan catnya terkelupas.

“Sangat wajar jika masyarakat menginginkan pelayanan yang maksimal. Bus-bus itu bertahun-tahun tidak pernah diganti,” kata Asep yang bertugas sebagai Satpam di TerminalBus Tanjungsari, Rabu siang.

Warga lainnya, Dendi (19), warga Babakan Bandung, Tanjungsari, mengatakan, tidak layak pakainya beberapa bus Damri terlihat dari polusi yang dikeluarkan oleh armada itu.

“Dibandingkan dengan bus baru, asap knalpot yang dikeluarkan bus keluaran lama lebih hitam pekat. Bahkan, saat saya berada di dalam bus, bau menyengat yang berasal dari mesin kerap muncul,” ujarnya.

Sedangkan Riska (19),  warga Pamagersari, Tanjungsari, mengatakan, dari beberapa bus Damri Tanjungsari-Kebonkelapa yang dia tumpangi, beberapa di antara atap bus-bus itu bocor.

“Saat hujan turun, air hujan sering masuk ke dalam bus. Itu sangat mengganggu kenyamanan penumpang,” katanya.

Salah satu sopir bus Damri jurusan Tanjungsari-Kebonkelapa, Asep (53), mengatakan, dari 15 bus Damri yang melayani trayek itu, sebanyak delapan bus telah diremajakan.

“Peremajaan dilakukan tiga tahun lalu (2009, Red). Idealnya, untuk memberikan pelayanan maksimal, peremajaan harus dilakukan setahun sekali,” ujarnya.

Sopir bus lainnya, Idrus (42) dan Sofyan (54), mengatakan, sebenarnya, kondisi mesin  bus keluaran lama masih gres.

“Kalaupun perlu diremajakan itu lebih disebabkan tampilan fisik bus banyak yang rusak,” katanya. (DEDE SUHERLAN)

 

 

Komentar

komentar