Home » Regional » Tiga Tahun Beroperasi, Pool Bus Unpad Jatinangor Tak Miliki Shelter

Tiga Tahun Beroperasi, Pool Bus Unpad Jatinangor Tak Miliki Shelter

Calon penumpang di Pool Bus Jatinangor saat menunggu kedatangan bus di shelter seadanya, Selasa (23/10). Pool bus itu menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan bus jurusan Jatinangor-Dipati Ukur dan Jatinangor-Elang. (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – JATINANGOR

Kendati Pool Bus Damri Jatinangor di Jalan Raya Jatinangor, depan Unpad, telah beroperasi sekitar tiga tahun namun hingga saat ini di kawasan itu tidak terdapat shelter untuk calon penumpang. Akibat kondisi itu, calon penumpang yang tengah menunggu bus terpaksa harus menunggu di shelter seadanya yang hanya beratapkan plastik. Bahkan, sebagian besar calon penumpang lebih memilih berpanas-panasan di pinggir jalan.

Salah satu calon penumpang, Rahmat (22) mahasiswa Fakultas Peternakan Unpad, mengatakan, dia sangat menyayangkan munculnya kondisi itu. Dia terpaksa harus berpanas-panasan saat menunggu bus datang.

“Kondisi seperti ini sudah terjadi hampir dua tahun. Sebenarnya, shelter bus sudah didirikan di depan gerbang timur masuk kampus Unpad. Namun, shelter itu posisinya kurang pas. Kalaupun saya tetap memaksakan diri menunggu di shelter itu, saya tidak bakal mendapat tempat duduk. Sebab, bisanya tempat duduk sudah penuh saat menaikkan penumpang di Pool Bus Jatinangor,” kata Rahmat, Selasa (23/10).

Calon penumpang lainnya Tia (22), mahasiswa  FIKOM Unpad mengatakan, setelah melihat kondisi itu, seharusnya dinas perhubungan (dishub), Damri, dan Unpad cepat tanggap.

“Mereka harus menjalin komunikasi intensif. Jangan biarkan penumpang menunggu bus di tempat yang tidak nyaman,” ujarnya.

Sedangkan Angga (23), mahasiswa Geologi Unpad mengatakan, bagi penentu kebijakan pengembangan transportasi, yaitu dishub dan damri, terbengkalaikannya kenyamanan penumpang jangan dibiarkan berlarut-larut.

“Yang memiliki tanah di pinggir jalan itu memang Unpad. Namun yang bertugas membangun shelter yaitu dishub dan damri,” ujarnya.

Salah seorang warga Jatinangor Lili (35) mengatakan, kesigapan pihak terkait dalam mencari penyelesaian persoalan itu harus muncul.

“Kuncinya adalah komunikasi antara pihak-pihak yang terkait dengan persoalan itu. Mulai Pemerintah Kecamatan Jatinangor, Unpad, dishub, dan damri harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasi persoalan ini,” tuturnya.

Pengemudi bus Damri jurusan Dipati Ukur-Jatinangor Rusmana (52) mengatakan, ketidaknyamanan saat berada di Pool  Bus Damri bukan hanya dirasakan oleh penumpang.

“Saat menunggu keberangkatan bus, saya terpaksa harus berpanas-panasan dan saat musim hujan, guyuran hujan menjadi teman saat menunggu bus penuh oleh penumpang,” katanya.

Sedangkan Penanggung Jawab Order Jalan 6-7, Hasbi, mengatakan, pembuatan shelter di lokasi itu tengah dalan tahap perencanaan.

“Pihak-pihak yang terkait dengan rencana itu sedang mencari jalan terbaik untuk lebih menyamankan penumpang saat menunggu bus datang,” katanya. (DEDE SUHERLAN)

Komentar

komentar