Rayu Penjual Daring dengan Uang Palsu

Kasatreskrim Polres Bandung AKP Niko N. Adi Putra memerlihatkan barang bukti yang digunakan para tersangka pencurian, dalam ekspose di Mapolres Bandung, Senin (19/12). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung berhasil membekuk tujuh orang pelaku pencurian dengan kekerasan. Bahkan, tiga orang diantaranya mesti mendapatkan hadiah timah panas dari petugas kepolisian. Dua orang lainnya dilimpahkan ke Polres Sumedang.

Kelima tersangka yang diamankan Satreskrim Polres Bandung, ialah AH (51), warga Kota Bandung; HY (42), warga Cileunyi; UE (37), warga Cikalongwetan; IA (58), warga Tangerang, dan BP (40), warga Soreang. Para pelaku beraksi di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Bandung, Cimahi, Sumedang, hingga Purwakarta.

Kepala Satreskrim Polres Bandung Ajun Komisaris Niko N. Adi Putra mengatakan, modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan menjual barang secara daring di media sosial. ’’Mereka mengawali aksinya di tahun 2011, dengan mencari calon pembeli barang secara online di media sosial. Kemudian, calon pembeli dirayu dan diyakinkan oleh untuk membeli barang tersangka yang dijual para tersangka,” ujar Niko didampingi Kepala Unit Reserse Umum Inspektur Satu Fitran Romajimah, dalam ekspose di Mapolres Bandung, Senin (19/12).

Setelah itu, para calon pembeli diarahkan oleh salah satu tersangka untuk bertemu dengan tersangka lain yang menyamar sebagai penjual di tempat sepi. Setelah korban datang, tersangka langsung menodongkan pistol kepada korban, mengikatnya, lalu membawa semua barang dan kendaraan bermotor korban. ’’Korban sebelumnya diarahkan untuk membawa uang tunai ke lokasi yang telah dijanjikan. Ada tersangka yang berpura-pura sebagai polisi, kemudian pura-pura melakukan penggeledahan narkoba terhadap korban. Korban yang difitnah membawa narkoba ini, kemudian diikat, selanjutnya para tersangka membawa semua barang milik korban,” tutur mantan Kasatreskrim Polres Sumedang tersebut.

Pada kesempatan lain, mereka berpura-pura menjadi calon pembeli via daring. Bahkan, mereka sempat menunjukkan sejumlah uang palsu untuk meyakinkan calon penjualnya. Namun, saat ditemui di lokasi pertemuan, para tersangka malah membawa seluruh barang yang dibawa korban, seperti telepon genggam dan dompet.

Menurut Niko, aksi yang dilakukan para tersangka sangat rapi. Bahkan, masing-masing pelaku telah memiliki perannya saat beraksi nantinya. ’’Ada yang mencari pasien atau PS, itu semua tugas dari PL, yaitu peluncur untuk mencari pasien. Kemudian, ada yang menjadi eksekutor di TKP. Ada pula yang bertugas mengawasi, dan otak pelakunya adalah yang bertugas sebagai bandar,” jelasnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sebuah mobil CRV dengan nomor polisi D 1047 PS, Toyota Agya bernopol F 1699 NF, Suzuki Swift bernopol D 1805 YT, BMW bernopol D 1849 QP, sebuah mobil pick-up, sepeda motor Honda Vario bernopol F 3617 CI, dan 16 ponsel.

Selain itu, petugas juga menyita puluhan lembar KTP, buku tabungan milik para korban yang diambil tersangka, uang palsu sebesar Rp 100 juta, serta uang mainan bernilai Rp 250 juta yang digunakan tersangka untuk meyakinkan korbannya.

Akibat aksinya, para pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara.

’’Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati jika melaksanakan jual-beli secara online,” pungkas Kasatreskrim. (vil)

Related posts