Tuesday , 12 November 2019
Home » Politik » PSI Hadir untuk Melawan Sikap Intoleransi

PSI Hadir untuk Melawan Sikap Intoleransi

Anggota Fraksi PSI DPRD Kota Bandung Erick Darmadjaya (Foto: eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD Kota Bandung, Erick Darmadjaya mengungkapkan, bahwa agenda PSI hadir di parlemen salah satunya untuk melawan sikap intoleransi.

Sehingga, agenda besar PSI adalah ingin mewujudkan organisasinya menjadi sayap politik kaum nasionalis, yang ingin mengembalikan toleransi di Indonesia.

“Di DPRD Kota Bandung juga, agenda PSI akan memperjuangkan sikap melawan intoleransi,” ungkap Erick, di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (21/8).

Dia menjelaskan, PSI percaya bahwa kampanye toleransi juga harus diwujudkan dalam bentuk edukasi.

“Sikap itu terkait adanya tindakan yang bersifat diskriminatif oleh salah seorang pelayan di Rumah Makan Ponyo. Foto struk/billing bertuliskan Customer Cina yang beredar di dunia maya baru-baru ini menjadi viral. Ini membuktikan masih lemahnya semangat melawan sikap intoleransi,” paparnya.

Dia menilai, secara umum sikap toleransi di Kota Bandung sudah berjalan cukup baik. Hanya saja kata dia, masih saja ada kejadian-kejadian sikap intoleransi di masyarakat tanpa disengaja. Menurut dia, sikap intoleransi itu sangat membahayakan terhadap tatanan sosial yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Oleh sebab itu, dia berharap agar intoleransi di Kota Bandung dihapuskan. 

“Yang namanya sikap menyinggung orang lain tentu enggak bisa dihindari secara total. Tapi kami sebagai partai anak muda selalu berupaya bagaimana sikap intoleransi itu tidak terjadi di masyarakat. Kami sangat peduli dengan hal-hal seperti ini,” terangnya.

Sebelumnya, manajemen Rumah Makan Ponyo meminta maaf, terkait viralnya foto struk/ billing bertuliskan Customer Cina yang beredar di dunia maya. Manajer Operasional Ponyo Muhamad Rijal Asyari menyampaikan permintaan maaf atas kelalain staf kasirnya, sehingga menimbulkan ketersinggungan.

“Kami meminta maaf atas kejadian tersebut. Adapun yang tercantum dalam struk itu setelah kami klarifikasi  dari karyawan kami berinisial P, hal itu murni tindakan pribadi yang bersangkutan,” ucap Rijal kepada awak media di Bandung, Senin (19/8).

Dijelaskannya, secara sistem pada mesin kasir tidak mencantumkan kalimat atau kata-kata yang berbau SARA. Namun, tulisan Cina yang tertera dalam struk, ditulis langsung oleh P.

“Dia (karyawan P), tidak menanyakan orderan dari customer. Sehingga dia tulis seperti itu (customer Cina). Seharusnya ditanya nama pemesannya. Kami juga tidak tahu motifnya apa, karena setelah didesak dia tidak mau menjawab. Sesuai prosedur, karyawan itu kini sudah mengundurkan diri,”katanya.

Rijal juga mengatakan, pihak manajemen Ponyo sudah bertemu dengan korban (Ibu A). Permintaan maaf pun menurutnya, sudah di sampaikan secara langsung. Sehingga kelalaian tersebut sudah dianggap selesai oleh kedua belah pihak.

“Ini merupakan pelajaran bagi kami. Kedepan, kami akan berhati-hati lagi dalam merekrut karyawan. Apalagi pelanggan Ponyo sejak tahun 1972, dari segala lapisan, tidak membedakan suku, ras maupun agama, Semuanya konsumen kami,”ungkapnya.

Seperti diketahui, kejadian tersebut berawal ketika seorang ibu memesan makanan untuk dibawa pulang di RM Ponyo, Jalan Malabar, Kota Bandung, Sabtu (17/8) lalu. Dalam struk pembayaran, tertulis nama pemesan hanya Customer Cina. Hal itu kemudian membuat ketidak nyamanan dan akhirnya viral media sosial. (edi)