Praja IPDN Diingatkan untuk Lincah dan Responsif

Kegiatan Leadership Alignment Session di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Sabtu (12/2/2022).

JABARTODAY.COM – SUMEDANG Guna memantapkan nilai-nilai integritas, sikap disiplin dan tidak korupsi para pamong praja, Institut Pemerintahan Dalam Negeri kembali menyelenggarakan Leadership Alignment Session, Sabtu (12/2/2022).

Kegiatan diisi oleh ESQ dari motivator Ary Ginanjar Agustian. Sebanyak 5.849 orang praja dan aparatur sipil negara (ASN) IPDN yang tersebar, baik di kampus pusat Jatinangor maupun daerah, mengikuti kegiatan ini secara daring dan luring.

Read More

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ary Ginanjar telah hadir untuk kedua kalinya di kampus IPDN. Beliau ini adalah motivator Indonesia, penggiat pembangun karakter termasuk pula upaya untuk transformasi budaya perusahaan. Beliau juga yang mendirikan ESQ,” ujar Rektor IPDN Hadi Prabowo.

Hadi menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memerkuat dan memantapkan nilai-nilai integritas pada ASN dan praja yang notabenenya adalah calon pamong praja yang juga kader pemimpin pemerintahan di masa yang akan datang.

“Era digital kali ini penuh perubahan, dinamika, percepatan, kompleksitas, risiko, keterkejutan, semua mungkin tidak sama dengan prediksi kita. Oleh karena itu, ASN harus memiliki value dan juga berakhlak. ASN pada era industri 4.0 dan society 5.0 harus mampu melakukan perubahan-perubahan, baik pola pikir ataupun budaya kerja. Tidak boleh lagi bekerja pada hal-hal yang rutin, linier, pada zona nyaman, tidak ada tantangan dan tidak ada inovasi,” cetusnya.

Hadi pun menginginkan ASN IPDN dapat memerkuat transformasi budaya kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas, yang berujung dengan kepuasan masyarakat.

Tak hanya itu, Hadi pun mengingatkan para praja dan ASN IPDN untuk totalitas, lincah, responsif dan akuntabel dalam memberikan informasi, pelayanan maupun perizinan.

“Saya harap kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan dan wawasan bahwa budaya kerja berakhlak itu tidak hanya untuk pelajaran, tapi bagaimana menghayati itu menjadi pacuan, pola pikir, dan sikap didalam bekerja sehingga mampu menyikapi perkembangan dan perubahan zaman. Sehingga akhirnya para praja disini dapat memperoleh ilmu terkait tentang tantangan masa kini, masa depan, dan apa yang harus dipersiapkan untuk masa depan,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, Ary Ginanjar memberikan pemahaman-pemahaman terkait nilai apa saja yang harus diimplementasikan para praja sebagai calon pemimpin Indonesia Emas. 5 agility yang disampaikan, yakni change agility, mental agility, people agility, learning agility, dan result agility.

“Change agility adalah mampu beradaptasi dengan perubahan apapun. Mental agility itu mampu bertahan dalam kondisi apapun. People agility itu mampu bekerja sama dengan siapapun. Learning agility itu mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat. Sementara result agility adalah mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun,” jelas Ary.

Ary juga memberikan semangat kepada para praja IPDN bahwa mereka sebagai ASN adalah pilar, dan tanpa pilar Indonesia akan runtuh.

“Anda adalah obor yang memberikan cahaya bagi Indonesia. Anda adalah leader yang akan menjadi motor penggerak bangsa Indonesia,” ucap Ary. (*)

Related posts