Friday , 22 November 2019
Home » Bandung Raya » Posyandu Sebagai Puseur Kautamian

Posyandu Sebagai Puseur Kautamian

Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Netty Prasetiyani Heryawan.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Posyandu sudah dikenal sejak lama sebagai sentra pelayanan kesehatan dasar bagi balita dan ibu. Kini, Posyandu dituntut untuk juga mampu menyediakan informasi lain dan menjadi sentra kegiatan. Inilah yang diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan pada Pemberian Hadiah dan Trofi Pemenang Lomba Kader Posyandu Peduli TAT (Tumbuh Aktif Tanggap) dan Posyandu Peduli TAT Jabar 2012 di Gedung PKK Jabar, Senin (5/11).

 

Perluasan pelayanan posyandu tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu Pasal 1(6). Di sana disebutkan, “Pengintegrasian layanan sosial dasar di Posyandu adalah suatu upaya mensinergikan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat meliputi perbaikan kesehatan dan gizi, pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan keluarga, dan kesejahteraan sosial.”

 

Di hadapan para pemenang lomba, Netty mengingatkan sudah sebuah kewajiban bagi kita, orang tua, dan kader PKK untuk mempersiapkan sumber daya manusia generasi penerus yang unggul dan berdaya saing. “Posyandu adalah sebuah upaya yang sejak lama ada, tetapi harus terus diperbahrui agar semakin tajam mengasah generasi muda,” tandasnya.

 

“Bukan hanya masalah kesehatan dasar saja yg diberikan posyandu, tetapi harusnya ada paradigma baru mengenai posyandu: pusat keutamaan atau dalam bahasa Sunda ‘Puseur Kautamian’. Posyandu harus mampu berfungsi sebagai pusat informasi dari berbagai kebutuhan masyarakat, tidak hanya ibu dan anak. Untuk itulah, TP PKK Jabar melakukan pelatihan kader dan revitalisasi posyandu,” tegas Netty lagi.

 

Pada kesempatan itu, Netty juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada swasta yang menjadikan posyandu sebagai lahan untuk coorporate social responsibility (CSR). Netty juga berpesan kepada para pemenang untuk teruslah menjadi teladan, menjadi contoh pada masyarakat dan kader yang lain. Dia berpesan agar para pemenang terus membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.

 

Para pemenang adalah Kader Posyandu Peduli TAT peringkat pertama adalah Ny Yulia Amelia, Posyandu Anggrek Desa Lagadar Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Sementara itu, Posyandu Peduli TAT peringkat pertama adalah Posyandu Hayam Wuruk Desa Bojong Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi.(HUMAS PEMPROV JABAR/NJP)