Home » Headline » Himbauan Kebangsaan Agun Gunandjar Sudarsa

Himbauan Kebangsaan Agun Gunandjar Sudarsa

Agun Gunanjar Sudarsa bersama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat penyerahan bantuan sarana pertanian menjadi sarana menyejahterakan kehidupan petani dan santri di Ciamis beberapa waktu lalu (istimewa).

JABARTODAY.COM-JAKARTA. Di tengah kemelut politik pasca Pilpres 2019, himbauan kebangsaan yang merekatkan dan menyatupadukan pandangan dan langkah seluruh komponen bangsa menemukan momentumnya sebagai penawar ampuh dari semakin jauhnya kondisi bangsa dari spirit persatuan dan kesatuan.

“Semua elemen bangsa dan negara mohon bersabar. Mari kita hormati dan hargai proses di Mahkamah Konstitusi sampai tuntas seluruh tahapan Pemilu 2019. Kita ciptakan kondisi yang semakin sejuk, kondusif, menghindari konflik yang masih mungkin terjadi,” himbau Agun Gunandjar Sudarsa, Ketua Dewan Pembina FORBIN (Forum Kebangsaan Indonesia) dalam rilisnya pada Jabartoday.com, Jumat (14/6/2019).

Agum menghimbau semua elemen bangsa untuk membantu penyelenggara Pemilu, Polri dan TNI utk menjalankan tugas negara sesuai tupoksinya masing-masing. Ia mengajak agar semua warga negara bersatu dan mengembangkan sikap bijaksana atas berbagai perbedaan yang sudah menjadi takdir atas bangsa ini.

“Kita majukan dan teruskan semangat juang keragaman, dengan saling mengakui, menerima, menghargai dan menghormatinya, tanpa harus melecehkan dan merendahkannya,” ujarnya.

Perbedaan, jelas Agun, adalah kehendak dan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hidup, kehidupan dan penghidupan adalah ujian bagi bangsa ini.

“Sikapi dengan arif dan bijak perbedaan yang ada. Terima apa adanya, semua sudah ada aturannya. Baik sebagai pribadi, warga negara, maupun sebagai hamba Allah, Tuhan yang Maha Esa. Percayakan semua kepada pihak yang memiliki kewajiban dan kewenangan masing-masing,” ujar politisi senior Partai Golkar yang kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X (Ciamis, Kuningan, Banjar, Pangandaran).

Menurutnya, setiap warga negara adalah sama di hadapan hukum dan pemerintahan, dan tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebagai warganegara meyakini dan mengakui sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. Yakin dan percaya Pancasila sebagai dasar negara yang mempersatukan dan mensejahterakan semua warga negara Indonesia, bahkan mampu menjadi Ideologi, alat pemersatu dan menyejahterakan warga dunia.

Ia berharap persidangan perdana di MK yang dimulai hari ini, berlangsung dengan aman dan lancar serta menghasilkan putusan yang terbaik untuk kelangsungan kehidupan demokrasi yang menyejahterakan, kokohnya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. (ruz)

Komentar

komentar