Home » Politik » Rezim Jangan Musuhi Ummat Islam

Rezim Jangan Musuhi Ummat Islam

M. Rizal Fadillah, Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Barat, juga Ketua Masyarakat Unggul (Maung) Institute Bandung

JABARTODAY.COM-BANDUNG. Masyarakat Unggul (Maung) Institute menilai rezim Jokowi bukan saja kurang bersahabat tapi terkesan memusuhi umat Islam Indonesia.

“Sebagai umat mayoritas tak sepantasnya ditempatkan dalam posisi seperti ini. Dalih sesat demi persatuan, nasionalisme, membela Pancasila atau dalih dalih lain yang cenderung berbau sekularisme, menjadi paradigma politik yg nuansanya anti Islam, anti politik Islam, anti Syariat Islam,” tegas Ketua Maung Institute Bandung, M. Rizal Fadillah kepada Jabartoday.com, Jumat (18/5/2018).

Rizal menegaskan, cara pandang yang membentur-benturkan Islam dengan seperangkat identitasnya adalah cara pandang berbahaya yang pada hakekatnya menjadi anti nasionalisme dan anti Pancasila. Bahkan nuansanya berbau komunisme.

“Dari kebijakan menafikan perda syari’ah, melegalisasi faham sesat keagamaan, akomodasi aliran kepercayaan, foobia kekhalifahan, hingga fenomena unik penyerangan orang gila ke ulama dan masjid, serta isu terorisme yang menempatkan Islam sebagai tertuduh sungguh telah menunjukkan sikap politik yang anti Islam,” tuturnya.

Rizal berpendapat,  ada tiga bahaya yang diakibatkan dengan sikap rezim yang cenderung memusuhi ummat Islam.

“Pertama menempatkan umat Islam tidak sebagai ‘pemilik negara’ berakibat pada posisi dihadap-hadapkan umat Islam dan negara. Ini penyimpangan sejarah dan makar rezim terhadap negara itu sendiri. Kedua, menempatkan Umat Islam dan institusi politiknya sebagai tertuduh akan menimbulkan perlawanan masif atas ketidak adilan tersebut. Benih konflik telah ditebar rezim,” ujar mantan politisi PPP ini

Ketiga, tambah Rizal,  kebijakan politik memusuhi umat Islam akan menyebabkan program kerukunan, deradikalisasi, ataupun toleransi terhadap perbedaan akan menjadi sia-sia, hanya semantik saja sebab yang terjadi adalah sebaliknya. Cepat atau lambat negara akan semakin tak beraturan.

“Kiranya perasaan gundah umat Islam mesti ditangkap dengan baik oleh rezim. Jika tidak, memang menjadi keniscayaan rezim harus segera diganti secara konstitusional,” paparnya.  (ruz)

 

Komentar

komentar