Home » Politik » Penataan Trotoar Harus Lihat Rencana Induk Sistem Lalu Lintas

Penataan Trotoar Harus Lihat Rencana Induk Sistem Lalu Lintas

Anggota Komisi C Folmer Silalahi (kanan) mempertanyakan pengerjaan pelebaran jalan kepada pengawas konstruksi, belum lama ini. (jabartoday/eddy koesman)

Anggota Komisi C Folmer Silalahi (kanan) mempertanyakan pengerjaan pelebaran jalan kepada pengawas konstruksi, belum lama ini. (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Penataan trotoar di Kota Bandung, tidak bisa mengesampingkan regulasi yang berlaku. Selain itu, memerhatikan hierarki jalan dan rencana induk sistem lalu lintas, merupakan acuan yang harus dipilih manakala memutuskan suatu kebijakan.

Pemerintah Kota Bandung, dalam membangun trotoar tak sekedar membandingkan dan mengadopsi eksisting sistem trànsportasi di Seoul, Korea Selatan. “Hasil studi Bandung ke negara orang tak lantas bisa diterapkan begitu saja. Meniru budaya Korea Selatan, tidak bisa apple to apple dengan Kota Bandung, meski sistem transportasinya terbilang baik,” kata Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi, saat dihubungi, Senin (12/12).

Dia menjelaskan, Jalan Sudirman adalah jalur utama Kota Bandung tempo doeloe yang menghubungkan Bandung Barat ke Bandung Timur bersama-sama dangan Jalan Asia Afrika, Jalan Ahmad Yani, sampai Cicaheum. Maka, penataannya harus melalui pendekatan yang melibatkan publik secara menyeluruh.

“Menurunkan hierarki dan fungsi Jalan Sudirman bisa dilakukan, bila sistem transportasi publik sudah dibangun dengan baik. LRT, cable car, tol dalam kota, flyover, underpass, sudah dibangun terlebih dahulu,” pungkas Folmer. (koe)

Komentar

komentar