Home » Politik » Ketersediaan Komunal Terkendala Lahan

Ketersediaan Komunal Terkendala Lahan

RancaciliJABARTODAY.COM – BANDUNG Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi mengatakan, persoalan bangunan liar di bantaran sungai tak bisa dilepaskan dari upaya penataan kawasan kumuh di Kota Bandung.

Pasalnya, untuk menyediakan fasilitas septitank atau sanitasi komunal di kawasan padat penduduk terkendala persoalan lahan. “Penataan kawasan kumuh di bantaran sungai berhubungan dengan upaya relokasi ke apartemen rakyat,” ujar Folmer, di ruang kerja Komisi C, Kamis (8/12).

Folmer menjelaskan, penataan kawasan kumuh belum bisa dilakukan secara maksimal. Sebab, kondisi rumah susun yang ada di Kota Bandung masih minim. Contohnya, penataan bangunan liar di wilayah stasiun barat, beberapa waktu lalu. Penyediaan tempat relokasi belum sepenuhnya tersiapkan dengan layak.

“Seharusnya, Kota Bandung meniru DKI Jakarta. Tiap tahunnya mereka terus menyiapkan rumah susun. Sehingga, penataan kawasan kumuh bisa dibenahi secara bertahap,” ujar Folmer.

Apalagi, ketersediaan lahan hunian di Kota Bandung semakin minim, sehingga pembangunan yang memungkinkan bagi warga cenderung ke pembangunan vertikal. “Menyediakan rumah susun yang layak huni sebenarnya sering dikumandangkan Wali Kota. Kendati demikian, entah kenapa realisasinya terkesan lamban,” sesal Folmer. (koe)

Komentar

komentar