Home » Bandung Raya » Serahkan Wewenang kepada KPA

Serahkan Wewenang kepada KPA

Suasana ruangan penyimpanan alat-alat olahraga di Gedung DPRD Kota Bandung yang dituduh sebagai sport center, Rabu (28/9).

Suasana ruangan penyimpanan alat-alat olahraga di Gedung DPRD Kota Bandung yang dituduh sebagai sport center, Rabu (28/9).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Sekretaris DPRD Kota Bandung Herry M. Djauhari mengatakan akan memanggil seluruh stafnya yang terkait dengan pengadaan sarana fitnes. Dirinya juga menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kelanjutan lelang kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Secara teknis kelanjutan gagal lelang menjadi kewenangan KPA, meski kebijakan anggaran validasinya oleh saya. Pokoknya, secara teknis menjadi tanggung jawab KPA,” tegas Herry, di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (3/10).

Mengenai gagal lelang yang diumumkan Unit Layanan Publik Kota Bandung, Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Bandung yang ditunjuk sebagai KPA Sekwan, Jaja Nurjaman, menegaskan, jika pengadaan alat-alat fitnes dihentikan. “Alokasi anggaran tersebut akan menjadi SILPA (Sisa Lebih Penghitungan Anggaran). Poin pentingnya, lelang itu tidak dilanjutkan, kalau di anggaran perubahan ada pengalokasian prioritas, itu lain ceritanya,” ujar Jaja yang akrab dipanggil Abah tersebut.

Menurut Jaja, setelah dikaji ULP, secara teknis dan evaluasi harga yang ditawarkan pengusaha tidak memenuhi syarat. Namun, teknis pelelangan terpenuhi, meski HPS-nya tidak sesuai ketentuan. “HPS yang ditetapkan Rp 692 juta lebih, peserta lelang mengajukan penawaran Rp 697 juta lebih, ini tidak mungkin dilanjutkan,” tukas dia.

Sebelumnya, Sekretariat DPRD Kota Bandung secara resmi mengajukan anggaran penambahan sarana olahraga untuk kebugaran anggota legislatif dengan pagu sebesar Rp 700 juta. (vil)

Komentar

komentar