Investasi Besar PermataBank

foto: Istimewa

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Meski 2014 merupakan tahun yang cukup berat bagi sektor bisnis, termasuk perbankan, karena adanya berbagai kenaikan, seperti naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yang kemudian disusul oleh putusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 7,75 persen, ternyata, kinerja positif ditorehkan PermataBank. Buktinya, lembaga perbankan yang merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk itu meraih hasil positif hingga September 2014.

Achmad K Permana, Direktur Unit Usaha Syariah PermataBank, mengemukakan, hingga September tahun ini, pihaknya mencatat peningkatan pendapatan operasional sebesar 7 persen lebih tinggi daripada periode sama 2013 atau menjadi Rp 5,32 triliun. “Kondisi itu terjadi karena didorong pendapatan bunga bersih yang naik 2 persen atau menjadi Rp 4,1 triliun,” tandas Achmad, Rabu (17/12).

Menurutnya, kenaikan pendapatan bunga bersih tersebut karena penyaluran kredit yang bertumbuh 12 persen. Hingga September 2014, tuturnya, secara total, pihaknya menyalurkan kredit, termasuk pembiayaan skema syariah, sebesar Rp 130 triliun. Pencapaian itu, lanjut dia, ditopang pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan local-middle market corporate melalui bisnis trade finance, serta sejumlah produk pinjaman. “Jika perbandingannya dengan Desember 2013, kredit meningkat 10 persen,” sambungnya, seraya menambahkan, hingga September 2014, nilai asset naik Rp 30 triliun atau menjadi Rp 185 triliun.

Kenaikan lainnya, ucap Achmad, juga terjadi pada Dana Pihak Ketiga (DPK). Pada segmen ini, ungkap dia, DPK tumbuh 20 persen lebih tinggi daripada periode sama tahun lalu. Secara nilai, sebut dia, angkanya menjadi Rp 147 triliun. Hal tersebut menyebabkan, tambahnya, kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR) lebih baik, yaitu menjadi 88,1 persen.

Achmad mengutarakan, hal lain yang membuat kinerja bisnis PermataBank bertumbuh yaitu naiknya fee based income. Kenaikannya, sahut dia, sebesar 28 persen lebih tinggi daripada periode sama 2013 atau menjadi Rp 1,2 triliun. Ini terjadi karena dukungan kinerja kuat sektor bancassurance, trade finance, dan transaksi berbasis biaya lain.

Melihat kondisi itu, Achmad menegaskan, pihaknya tetap berupaya mencatat pertumbuhan bisnis pada 2015. Tentunya, untuk menopang kinerja tersebut, PermataBank juga berinvestasi. Hingga September 2014, tukasnya, pihaknya berinvestasi. Nilai totalnya Rp 3,3 triliun. Peruntukannya bagi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi, jaringan, dan kantor cabang. (ADR)

Related posts