Tuesday , 12 November 2019
Home » Sosok » Perempuan Enerjik itu Jadi Walikota

Perempuan Enerjik itu Jadi Walikota

Atty Suharti saat melakukan pencoblosan dalam Pilwalkot Cimahi 2012, di TPS 20, Kel. Cibabat, Sabtu (8/9) lalu). (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)

BERDASARKAN hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilangsungkan di tiga kecamatan di Kota Cimahi, Selasa (11/9), pasangan Atty Suharti-Sudiarto (Pasti) mengungguli empat pasangan lain yang terjun dalam pemilihan walikota (Pilwalkot) Cimahi, Sabtu (8/9) lalu. Pasangan yang diusung oleh PPP, PKB, dan Partai Golkar ini unggul di Kec. Cimahi Utara dan Kec. Cimahi Selatan. Sedangkan di Kec. Cimahi Tengah pasangan Supiyardi-Encep Saepulloh (Sae) yang didukung oleh PKS, PDIP, dan PAN mengungguli pasangan Pasti.

Data yang diperoleh dari rekapitulasi di PPK Cimahi Utara, Pasti unggul di semua kelurahan, yakni Kelurahan Cibabat dengan raihan 9.882 suara, Citeureup (7.204), Cipageran (8.137), dan Pasirkaliki (3.860). Jumlah total suara yang diperoleh pasangan ini 29.083 suara.
Di posisi kedua, pasangan Sae menguntit dengah raihan 22.901 suara. Sementara  tiga pasangan lainnya, Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin (Tiba) memperoleh 2.705 suara, Cecep Rustandi-Eman Sulaeman (Cep-Eman) 8.913 suara, dan Ahmad Ramli Assegaf-Jumadi (Arjuna) 3.123 suara.
Selanjutnya, rekapitulasi suara di PPK Cimahi Selatan, Pasti menempati posisi pamuncak dengan meraih 41.260 suara. Pasti unggul 26 suara dari pasangan Sae yang meraih 41.234 suara.

Sedangkan di PPK Cimahi Tengah, kendati hanya meraih urutan suara terbanyak kedua, namun jumlah suara yang diraih pasangan Pasti tetap signifikan. Raihan suara Pasti hanya terpaut 490 suara dari pasangan Sae. Pasangan Pasti memperoleh 28.464 suara dan Sae 28.955 suara.

Rekapitulasi suara di PPK berbanding lurus dengan hasil quick count Lembaga Survei Nasional (LSN), yang dilansir tiga jam selepas pilwalkot, Sabtu (8/9) pukul 16.00 WIB. Hasil quick count itu menunjukkan, pasangan Pasti mencapai prosentase suara sebesar 41,32 %. Sedangkan raihan prosentase suara pasangan lainnya, Sae sebesar 38,14 %, Cep-Eman 11,60 %, Arjuna 4,84 %, dan pasangan Tiba sebesar 4,11 %.

 

Tak Ada Firasat

Kendati sejak awal diprediksi akan memenangi pilwalkot, namun sosok Atty Suharti tetap terlihat low profile. Ditemui menjelang pelaksanaan pilwalkot di TPS 20, Kel. Cibabat, Kec. Cimahi Utara, Sabtu (8/9), perempuan enerjik itu mengaku tidak ada firasat apapun seiring keikutsertaannya dalam pilwalkot.

“Bagi saya, semuanya mengalir begitu saja. Saya hanya yakin, dengan upaya optimal, kita akan meraih hasil terbaik,” kata perempuan kelahiran 24 November 1955 ini.

Yang pasti, Atty yang kini diembani amanat memimpin beberapa lembaga, di antaranya Tim Penggerak PKK Kota Cimahi, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Yayasan Kanker Indonesia, PMI, dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) ini, memiliki visi jauh ke depan. Atty menginginkan agar Cimahi lebih baik lagi pada era lima tahun ke depan.

“Saya ingin bekerja sesuai aturan. Saya menginginkan kebersamaan dalam membangun Cimahi. Di antara berbagai komponen bahu-membahu saling membantu,” ujar Atty.

Catatan lain aktivis yang pernah dinobatkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Cimahi ini, dia sangat intensif menumbuhkembangkan industri kreatif. Salah satunya pengembangan batik khas Cimahi. Melalui tangan dingin Atty, kini dikenal tiga motif batik khas Cimahi, yakni kujang, singkong, dan bambu. (DEDE SUHERLAN)