Penjualan Otomotif Masih Lunglay

mobil2JABARTODAY.COM – BANDUNG — Terjadinya beragam perkembangan global berpengaruh pada situasi ekonomi nasional. Tahun ini, kondisi ekonomi Indonesia tidak lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sejumlah pengamat berpendapat, perlambatan ekonomi nasional terjadi karena beberapa hal. Di antaranya, fluktuasi harga jual bahan bakar minyak (BBM), melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), ditambah oleh sejumlah kebijakan kenaikan harga dan tarif, semisal tarif dasar listrik (TDL).

Akibatnya, daya beli masyarakat pun turut melemah. Efek tersebut dirasakan hampir seluruh industri. Adalah industri otomotif yang turut merasakan imbas perkembangan ekonomi nasional terkini. Salah satu indikatornya adalah kinerja penjualan selama 5 bulan pertama tahun ini. “Penjualan otomotif periode Januari-Mei 2015 lebih rendah daripada periode sama 2014. Lesunya penjualan selama 5 bulan terakhir tahun ini tidak hanya pada segmen kendaraan roda empat atau lebih, tetapi juga roda dua alias sepeda motor,” tandas Public Relations Division, Corporate Communications PT Astra International Tbk, Mulawarman, belum lama ini.

Diungkapkan, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan, total penjualan mobil periode Januari-Mei 2015 sebanyak 443.181 unit. Angka itu jauh lebih rendah daripada realisasi penjualan periode sama tahun sebelumnya. Penjualan Januari-Mei 2014, sebut Mulawarman, berdasarkan data GAIKINDO, mencapai 529.496 unit.

Selama Januari-Mei 2015, penjualan tertinggi dicatat PT Toyota Astra Motor (TAM). Total penjualan anak perusahaan PT Astra International Tbk tersebut mencapai 139.173 unit. Penjuala tertinggi kedua ditempati anak perusahaan PT Astra International Tbk lainnya, yaitu PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Total penjualan PT ADM selama 5 bulan perdana tahun ini mencapai 74.658 unit.

Penjualan tertinggi ketiga berdasarkan data GAIKINDO yaitu PT Honda Prospect Motor (HPM). Angka penjualan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Honda mobil tersebut sebanyak 66.372 unit. Sedangkan penjualan terbanyak berikutnya, secara berturut-turut ditempati PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebanyak 52.985 unit dan Mitsubishi sejumlah 51.585 unit.

Lesunya penjualan pun, imbuh Mulawarman, terjadi pada segmen sepeda motor. Mengacu pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total penjualan sepeda motor periode Januari-Mei 2015 sebanyak 2.599.448 unit. Angka penjualan itu lebih rendah daripada realisasi periode sama 2014, yang angka penjualannya 3.451.377 unit.

PT Astra Honda Motor, ucap Mulawarman, masih mendominasi penjualan sepeda motor nasional. Angka penjualannya 1.769.295 unit. Penjualan terbanyak dicatat PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), yaitu sejumlah 727.415 unit.  (ADR)

Related posts