Pengamat: Kampanye Sebelum Waktunya, Bentuk Arogansi Calon

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kampanye melalui televisi sebelum masa kampanye adalah sebuah bentuk arogansi dari calon kepala daerah yang akan maju di sebuah pemilihan. Pemikiran itu keluar dari pengamat politik Prof. Dr. Asep Samuh menanggapi iklan yang dikeluarkan oleh pasangan Calon Gubernur Jawa Barat petahana Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Dalam iklan berdurasi 30 detik tersebut, pasangan tersebut meminta doa restu kepada masyarakat.

“Meski dibalut “mohon doa restu“, orang bodoh sekalipun akan mengetahui, itu adalah upaya kampanye terselubung. Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) harusnya mengusut tuntas ini. Jangan karena terjebak dalam persoalan ini hanya ranah etika, hingga tidak dihentikan,” katanya saat dihubungi, Senin (4/2).

Menurut Asep, iklan yang disampaikan sebelum masa kampanye ini memperlihatkan sebuah kegelisahan politik pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera tersebut. “Ada kekhawatiran dari mereka, akibat kasus yang menerpa Presiden PKS. Dan membuat suaranya tergerus di Jabar,” lanjutnya.

Heryawan itu bukan sekedar Cagub Jabar, imbuh Asep, tapi juga Gubernur Jabar, seyogyanya harus memberikan contoh beretika politik yang baik. Serta mampu menahan diri untuk tidak memperlihatkan pihaknya kelebihan uang. (AVILA DWIPUTRA) 

Related posts