Penerimaan ZIS Jabar Rp 228 miliar

  • Whatsapp
mantrijeron

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Penerimaan zakat, infak dan shodaqoh (ZIS) yang diterima oleh Pemprov Jawa Barat pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 20 persen jika dibandingkan tahun lalu, yakni sebesar Rp228.840.531.995.

“Sampai bulan Agustus ini dana ZIS yang tercatat di Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat mencapai Rp228.840.531.995,” kata Kasid Zakat dan Wakaf Kemenag Kantor Wilayah Jabar, H Afifi Basri, mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jabar, H Saeroji, di Kota Bandung, Kamis.

Ia mengatakan, tahun sebelumnya hingga akhir Desember, dana ZIS yang terkumpul hanya Rp172 miliar.

“Kami memperkirakan, sampai akhir tahun ini, dana yang terkumpul bisa naik hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnyan” katanya.

Dikatakannya, perolehan ZIS tersebut bisa jauh di atas data yang tercatat karena masih ada sebagian masjid yang belum melaporkan perolehan dana ZIS nya.

“Malah banyak juga warga yang membayar zakat, infak dan sodaqohnya melalui Lembaga Amil Zakat swasta,” katanya.

Menurut Afifi, kenaikan ZIS tersebut sebagian besar berasal dari pembayaran zakat fitrah dan infak (zakat maal/harta dan profesi).

Dari 26 kota/kabupaten di Jabar, kata dia, Kota Bandung tercatat menjadi wilayah yang paling banyak perolehan ZISnya yaitu lebih dari Rp55,8 miliar.

“Untuk daerah lainnya bervariasi mulai dari ratusan juta hingga Rp10 miliar lebih. Peningkatan perolehan ZIS ini merata di semua daerah. Kenaikannya bervariasi antara tiga hingga 20 persen,” katanya.

Menurut dia, peningkatan perolehan ZIS itu perlu disikapi secara positif.

“Jadi mungkin kesadaran masyarakat muslim di Jabar untuk membayar zakat dan infak kian bagus. Jika zakat fitrah kan cenderung stabil karena menyesuaikan jumlah penduduk muslim,” katanya.

Ia menambahkan, jenis zakat yang paling meningkat signifikan, yang diperoleh Pemprov Jabar ialah ialah zakat harta juga zakat profesi.

“Kalau tahun sebelumnya mungkin hanya kasih Rp200 ribu dan mungkin tahun ini naik jadi Rp500 ribu,” ujarya.
(ANT)

Related posts