Home » Pendidikan » Heri Purnama: Anggaran untuk Madrasah Belum Berkeadilan

Heri Purnama: Anggaran untuk Madrasah Belum Berkeadilan

Heri Purnama, MPd.I, Ketua PGM Jawa Barat, Calon DPD RI Nomor Urut 70

JABARTODAY.COM-KUNINGAN. Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Guru Madrasah (PW PGM) Jawa Barat,  H. Heri Purnama, M.Pd.I menilai masih terjadi kesenjangan besaran anggaran  pendidikan antara sekolah dan madrasah di Indonesia. Anggaran yang minim untuk madrasah ini berdampak pada kesenjangan kualitas pendidikan dan layanan kepada para peserta didik.

“Alokasi APBN untuk madrasah hanya sekitar 8 Triliun pada 2018. Alhamdulillah pada 2019 bertambah menjadi 14 Triliun. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah madrasah yang sangat besar, anggaran sebesar itu masih minim dan belum menunjukkan rasa keadilan,” ujar Heri Purnama di acara Silaturrahim Guru Madrasah, di Subang, Kabupaten Kuningan, Sabtu (16/3/2019).

Untuk mewujudkan keadilan anggaran ini, Heri menegaskan pihaknya harus berjuang agar politik anggaran berpihak pada madrasah.  Pengawalan politik anggaran itu akan efektif bila guru madrasah se-Indonesia memiliki wakil di parlemen.

“Butuh soliditas guru madrasah agar politik anggaran bisa berpihak pada madrasah. Selama ini aspirasi guru madrasah banyak dititipkan ke orang lain. Karena itu, atas dorongan teman-teman guru madrasah se-Jawa Barat, saya dicalonkan menjadi anggota DPD RI periode 2019-2024 Nomor Urut 70,” tutur Heri.

Optimis Raih 5-6 Juta Suara

Alumnus UIN SGD Bandung ini optimis dirinya akan meraih  5 hingga 6 juta suara. Raihan ini dinilai cukup rasional bila segenap guru madrasah bergerak secara maksimal dengan mengajak seluruh keluarga, kerabat,  teman dan tetangga untuk memilih dirinya.

“Di Jawa Barat,  ada 146.000 guru madrasah. Setiap kabupaten/kota, guru madrasah mengenal nama Heri Purnama. Karena saya telah melakukan roadshow di hampir seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat. Saya bersama pengurus PGM Jawa Barat telah membentuk dan melantik pengurus PGM seluruh Jawa Barat.  Ada minimal 2.8 juta suara bisa diraih jika masing-masing guru madrasah bisa mengajak keluarga dan kerabatnya,” jelasnya.

Selain itu,  terdapat 1.800.000 siswa madrasah di Jawa Barat. Jika siswa madrasah mengajak kedua orang tuanya  maka dipastikan ia akan menjadi caleg DPD dengan suara terbanyak yakni sekitar 5 hingga 6 juta suara.

“Baru-baru ini, 150 Kepala Sekolah Raudhatul Atfal se-Kuningan solid memberi dukungan kepada saya. Dan, ini akan diikuti oleh Kepala Sekolah RA di seluruh Jawa Barat,” ujarnya optimis. (ruz)

 

Komentar

komentar