Saturday , 6 June 2020
Home » Ekonomi » Pendidikan Pemicu Tertinggi Inflasi Jabar

Pendidikan Pemicu Tertinggi Inflasi Jabar

Sejumlah murid SD belajar di ruang kelas seadanya. Sektor pendidikan menjadi pemicu utama inflasi Jabar selama Agustus 2012. (DOK. JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Penerimaan mahasiswa mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi sepanjang Agustus 2012 rupanya berdampak langsung pada naiknya inflasi di Jabar. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, sektor pendidikan menyumbangkan angka inflasi di Jabar selama Agustus 2012. Yang menarik, daging ayam tercatat mengalami deflasi alias penurunan harga.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran rumah tangga, pada Agustus ini semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 2,95 persen. Angka ini jauh di atas inflasi umum Jabar sebesar 1,03 persen,” terang Kepala BPS Jabar Gema Purwana saat konferensi pers di kantornya, Jalan PHH Mustopa, Bandung, Senin (3/9).

Secara keseluruhan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bogor sebesar 2,07 persen. Berikutnya terturut-turut Kota Depok (1,21 persen), Kota Tasikmalaya (1,14 persen), Kota Bekasi (1,05 persen), Kota Bandung 0,65 persen, Kota Cirebon (0,52 ersen), dan Kota Sukabumi (0,19 persen). Kota-kota tersebut merupakan daerah yang dipantau BPS untuk menghitung indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi.

Tingginya inflasi selama Agustus juga tidak lepas dari Bulan Puasa atau Ramadan yang lebih dari separuhnya berada pada Agustus. Sejumlah komoditi pun tak bisa menghindarkan diri dari inflasi. Komoditas yang memberikan andil inflasi di antaranya angkutan antarkota (0,15 persen), perguruan tinggi (0,14 persen), tahu mentah (0,12 persen), daging sapi (0,10 persen), tempe (0,05 persen), mie (0,04 persen), kangkung, dan lain-lain.

Sebaliknya, beberapa komoditas mengalami penurunan. Sebut saja misalnya telur ayam ras turun 0,11 persen, daging ayam 0,04 persen, cabe merah 0,03 persen, bawang merah 0,02 perssen, dan beras 0,01 persen. Penurunan ini terbilang menarik karena dalam pantauan ke sejumlah pasar tradisional komoditas tersebut mengalami kenaikkan.

Disinggung mengenai inflasi pada kelompok pendidikan, Gema mengungkapkan, kenaikkan kemungkinan besar dipicu dengan masa penerimaan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi. IHK sektor ini naik dari 122,08 persen pada Juli 2012 menjadi 125,68 persen pada Agustus. Kenaikkan juga terjadi pada sektor pendidikan dasar.

“Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga memberikan andil inflasi 0,21 persen terhadap inflasi umum. Komoditas penyumbang inflasi di antaranya akademi atau perguruan tinggi, SD, SLTP, SLTA, bimbingan belajar, bioskop,dan lanlain,” papar Gema. (NJP)