Pemkot Depok Kesulitan Konversi Premium Bersubsidi

JABARTODAY.COM.: DEPOK- Sebanyak 80 persen kendaraan dinas di Pemerintah Kota Depok memiliki CC di atas 1500,  sehingga Pemkot Depok merasa kurang siap mengikuti kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan konversi Bahan Bakar Minyak (ВВМ) jenis premium.

Hal itu dilontarkan Wakil Walikota Depok  Idris Abdul Shomad, Kamis (31/5) saat dimintai komentarnyasoal konversi oremium ke pertamak.

“Kami siap tapi dalam aturan tidak disebutkan mengenai batasan CC kendaraan. Jadi, sepertinya sulit. Sementara kendaraan dinas di Depok banyak yang di atas 1500 CC,” kata Idris.

Idris mengatakan, dirinya memiliki dua kendaraan dinas. Salah satunya menggunakan pertamax, sedangkan satunya lagi menggunakan solar. “Kalau pembatasan CC tidak jelas saya rasa sulit. Namun, kami juga sedang melakukan sosialisasi agar kendaraan dinas menggunakan pertamax,” katanya.

Sementara itu, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-16406 Margonda justru mengaku siap melakukan pembatasan BBM bersubsidi. Petugas akan menolak kendaraan berplat merah mengisi BBM bersubsidi mulai 1 Juni 2012. “Kami sudah mensosialisasikan kepada setiap operator agar menolak kendaraan plat merah mengisi premium,” ujar Pengawas SPBU 34-16406 Margonda, Albois.

Jika pembatasan tersebut diberlakukan, kendaraan plat merah akan langsung diarahkan ke tempat pengisian ВВМ non subsidi. Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Pemkot Depok untuk melakukan pengawasan dan sosialisasi. SPBU juga akan diawasi oleh petugas kepolisian.

“Kalau tidak mengikuti aturan nanti kami kena sanksi. Kami akan terus menggenjot agar para operator tegas dan segera melaporkan jika ada konsumen yang komplain. Kami akan langsung bertindak tegas karena takut kena sanksi,” ujar Albois. Pengelola juga akan menambah lorong pengisian non subsidi. Diprediksi pengguna ВВМ non subsidi akan bertambah jika aturan sudah dijalankan. [alfian]

Related posts