Saturday , 6 June 2020
Home » Bandung Raya » Pelebaran Trotoar Langgar Kepwal

Pelebaran Trotoar Langgar Kepwal

Komisi C DPRD Kota Bandung melakukan inspeksi mendadak terkait pelanggaran keputusan walikota terkait parkir, Jumat (9/12). (jabartoday/eddy koesman)
Komisi C DPRD Kota Bandung melakukan inspeksi mendadak terkait pelanggaran keputusan walikota terkait parkir, Jumat (9/12). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Terdampak pelebaran trotoar 2,5 meter di Jalan Sudirman hingga Gardu Jati sepanjang 630 meter di kiri dan kanan, timbulkan kemacetan  cukup parah.

Pasalnya, sebelum pelebaran lalu lintas di kawasan tersebut terbilang padat. Menempatkan parkir di kiri kanan jalan dengan konsep pulau-pulau parkir melanggar Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 551/Kep.140-Dishub/2012 tentang penetapan lokasi parkir dan posisi parkir di tepi jalan umum dan tempat khusus parkir di Kota Bandung.

“Pengaturan parkir di bahu jalan memiliki Kepwal-nya, kalau parkir seperti ini, kiri-kanan diubah, diubah juga Kerwalnya. Konsultan pelaksana harusnya sebelum bekerja melihat dulu Kepwal-nya. Ini pelanggaran,” tegas Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi, di sela inspeksi mendadak di lokasi pembangunan trotoar, di Jalan Sudirman, Jumat (9/12).

Selain itu, sahut Folmer, masih adanya utilitas yang melintang di drainase merupakan potensi menyangkutnya sampah. Maka, harus dibenahi sejak dini. Sebab, pembangunan trotoar yang menutupi saluran air, bisa timbulkan kesulitan baru. “Intinya, Jalan Sudirman jangan sampai  trotoarnya bagus, tetapi malah jadi macet. Ini tidak kita harapkan,” imbuh Folmer.

Di tempat sama, Kepala Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan Kebinamargaan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Herdis Bekti menyatakan, meski tidak mengharapkan ada pelanggaran kontrak kerja, namun karena keterlambatan per hari capai 2 persen, akibat cuaca. Sehingga, pembangunan tidak kurang dari 40 persen melambat. Kendala itu harus diselesaikan, dan kontraktor harus memberikan solusi kendali waktu.

Herdis menegaskan, secara substansi pembangunan pelebaran trotoar untuk kenyamanan pejalan kaki. “Dari eksisting yang ada, sebenarnya  tidak ada yang dikorbankan, sebab kita koordinasi dengan Dishub. Faktanya, Jalan Sudirman masih bisa untuk tiga lajur dengan tetap membenahi parkir. Kalaupun ada pelanggaran Kepwal, kami harus koordinasi dengan Dishub,” pungkas Herdis. (koe)