Pelaku Oplos Gas Subsidi untuk Dijual Kembali

  • Whatsapp
Tersangka pengoplos gas elpiji, KPH, diperlihatkan di depan awak media, dalam jumpa pers Polda Jabar, di Rupbasan Kelas I Bandung, Rabu (16/6/2021).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat berhasil membongkar praktik pengoplosan gas elpiji 12 kilogram, yang diisi oleh gas 3 kilogram bersubsidi.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jabar AKBP Andry Agustiano mengungkap, bila praktik  pengoplosan gas 12 kilogram itu telah dilakoni selama satu tahun oleh pria asal Bogor berinisial KPH.

Modusnya, pelaku membeli sejumlah gas bersubsidi 3 kg dengan harga Rp 18.000-Rp 19.500, pertabung di beberapa warung di wilayah Bogor dan Jakarta. Kemudian oleh pelaku, isi tabung tersebut dipindahkan ke tabung gas non subsidi 12 kg.

“Setelah itu pelaku menjual tabung gas seberat 12 kg dengan harga Rp 115.000 per tabung,” ujarnya, yang didampingi Kasubbid Penerangan Masyarakat AKBP Santi Gunarni, dalam jumpa pers di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara Kelas I Bandung, Rabu (16/6/2021).

Andry membeberkan, KPH melakukan praktik pengoplosan itu di kediamannya yang berlokasi di Kampung Cibereum RT 05/05, Kelurahan Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Baca Juga

“Jadi yang bersangkutan membeli tabung gas elpiji 3 kilogram di warung-warung sekitaran Bogor-Jakarta. Setelah melakukan pemindahan ke tabung 12 kilogram, tersangka menjual dengan cara berkeliling menawarkan langsung ke warung, rumah makan, ibu rumah tangga, dan juga restoran,” ungkapnya.

Andry menuturkan, tersangka melakukan aksinya ini bersama empat orang karyawannya. Dia sudah menjalani bisnis oplosan ini selama satu tahun. Keuntungan atau omzet yang didapat tersangka mencapai Rp 15 juta-Rp 20 juta per bulan.

Akibat aksinya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diubah pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 55 KUHP, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dirinya terancam hukuman diatas lima tahun penjara. (*)

Berita Terkait