Pakar Politik Nilai ‘Revolusi Putih’ Anies-Sandi Bukti Ketimpangan Pembangunan

  • Whatsapp
Pakar politik dari Universitas Nasional,  Dr. Tb Massa Djafar melihat ada sejumlah ketimpangan dalam masyarakat Jakarta (dok.JT)

JABARTODAY-COM – Program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  tentang pentingnya program Revolusi Putih dinilai pengamat sebagai indikasi adanya ketimpangan pembangunan yang berlangsung selama ini. Kondisi ketimpangan itu misalnya adanya fakta bahwa banyak ditemukan anak-anak di Jakarta yang memiliki gizi yang buruk.

Pakar politik dari Universitas Nasional,  Dr. Tb Massa Djafar melihat ada sejumlah ketimpangan dalam masyarakat Jakarta karena selama ini pembangunan Jakarta hanya berpihak pada pemilik modal. Akhirnya ketimpangan dalam banyak hal terjadi. Mulai dari ketimpangan sosial hingga masalah ekonomi.

“Ada masyarakat yang termarjinalkan selama puluhan tahun seiring derap pembangunan kota Jakarta yang tak berpihak pada kaum miskin dan papa itu. Nah di zaman Anies Baswedan ini ketimpangan itu terlihat terbuka dan Anies melihat pentingnya program Revolusi Putih itu untuk membenahi gizi masyarakat marjinal itu,” jelas Tb Massa Djafar di Jakarta, Jumat ( 24/11).

Tb Massa melihat program tersebut memang bagus namun jangan berhenti hanya sebagai aksi sosial belaka, namun harus menjadi spirit dan komitmen politik Anies Sandi dalam memimpin Jakarta.

“Kebijakan tersebut harus tertuang dalam kebijakan publik yang terukur dan bersinambungan,” jelasnya.

Menurut Ketua Program Pascasarjana (S3) Universitas Nasional itu, selaku Gubernur, Anies harus menunjukkan kepada publik bahwa dia adalah pemimpin yang berpihak pada kalangan marjinal miskin kota Jakarta. Oleh karena itu program pengentasan kemiskinan masyarakat kota harus tercermin dalam kebijakan publik yang jelas.

“Kalau tidak terukur dan berkesinambungan, maka Revolusi Putih yang dia usung hanya akan menjadi jargon politik yang kosong,” ujarnya.

Tb Massa menyarankan agar pasangan Anies-Sandi segera fokus bekerja dan menunjukkan bahwa dia peduli kaum marjinal dengan membuktikan janji-janjinya selama musim kampanyenya selama Pilkada. (jos)

 

 

Related posts