Oneng Bantah Kloningan Jokowi

  • Whatsapp
theindonesianway

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Satu ideologi, satu partai, dan punya komitmen yang sama terhadap rakyat adalah alasan Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Dyah Pitaloka menjadikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai role modelnya. Hal itu disampaikan Rieke menanggapi banyaknya kritik yang datang padanya, terkait penggunaan baju kotak-kotak saat pendaftaran Cagub Jabar beberapa waktu lalu.

“Reaksi ini kami anggap sebagai bentuk perhatian dan sayang masyarakat kepada kami berdua. Mengenai hal tersebut, beberapa hari ke depan Mas Jokowi akan membantu menjelaskan kepada publik,” jelas Rieke dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (16/11).

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang mengatakan dirinya adalah kloningan Jokowi. Ia tidak tersinggung, namun bangga karena Jokowi adalah sosok pemimpin yang mencintai rakyat dengan kesederhanaan, ketulusan, kerja keras dan kejujuran. “Baju kotak-kotak adalah simbol perubahan,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Oneng tersebut mengakui bila pemerintahan di DKI Jakarta berbeda dengan pemerintahan di Jabar, maka itu pendekatan kepemimpinan yang digunakan pun berbeda. “Hanya saja,  isu-isu yang penting secara garis besar diperjuangkan untuk rakyat sama saja, persoalan kemiskinan, akses rakyat terhadap hak-hak dasarnya, seperti pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Perbedaannya DKI Jakarta adalah daerah khusus ibukota. Sementara, Jabar adalah provinsi yang memiliki 26 kota/kabupaten. Disebutkannya, pemerintah provinsi harus menyadari betul hal tersebut dengan melakukan fungsinya pada regulator, mediasi, dan advokasi, tidak hanya bergantung pemerintah pusat.”Yang lebih penting, Pemprov Jabar harus meletakkan pemerintahan pada pelibatan pemerintah tingkat II di 26 kota/kabupaten,” tegas Rieke.

Disampaikan Rieke, model-model komunikasi lewat dialog-dialog dengan pemerintah tingkat II tidak bisa sekedar lewat Musrenbang. Dari hasil dialog tersebut, gubernur perlu mengecek ke lapangan lewat jaringan elemen yang ada di masyarakat. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts