
“Yang kami terbitkan kali ini adalah Obligasi Berkelanjutan II Tahap I. Ternyata, respon publik positif. Kami mengalami oversubscribe atau permintaan berlebih hingga 72.persen selama penerbitan awal,” tandas Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja.
Dikatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi, mengefektifkan penerbitan obligasi ini pada 29 April 2016. Pihaknya, kata Parwati, menawarkan oblgasi itu, nilai pokoknya, maksimal Rp 2 triliun
Parwati menerangkan, obligasi ini bagian pertama Penawaran Umum Berkelanjutan II Bank OCBC NISP. Target dana Penawaran Umum Berkelanjutan ini sebesar Rp 8 triliun. Penerbitannya, tuturnya, hingga 2 tahun sejak OJK mengfektifkannya.
Parwati meneruskan, penerbitan oblihasi itu berlanging dalam 3 seri. Yaitu, ungkapnya, Obligasi Seri A, yang berjangka waktu 370 hari dan bersuku bunga 7,50 perzen, senilai Rp 837 miliar. Kemudian, tukasnya, Obligasi Seri B berjangka waktu 2 tahun dan suku bunganya 8 persen senilai Rp 380 miliar. Sedangkan Obligasi Seri C berjangka waktu 3 tahun serta suku bunga 8,25 persen nilainha Rp sebesar Rp 783 miliar.
Diungkapkan, dana yang terkumpul hasil penerbitan obligasi ini, penggunaannya untuk menumbuhkembangkan bisnis. Bentuknya, jelas dia, berupa penyaluran kredit. (ADR)