Obama Pelajari Video Debatnya dengan Romney

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – WASHINGTON

Penasihat  senior Barack Obama,  David Axelrod mengatakan Obama telah mempelajari video debat pertamanya di Denver, dimana presiden nampak tidak bertarung, tidak antusias dan nampak menghindar bahkan memandang langsung pada Romney.

Kepada Fox News, Minggu (28/10)  melalui video itu Axelrod menilai Obama  menjadi pengritik keras terhadap dirinya sendiri.
“Saya pikir dia akan melakukan beberapa penyesuaian pada Selasa nanti,” kata Axelrod. Namun demikian dia menolak memberikan detil strategi Obama untuk debat gaya aula, pertarungan tengah-tengah dari tiga perjumpaan antara kedua kandidat.
“Saya pikir dia akan menjadi agresif dalam mempertahankan pandangannya tentang kemana kita akan melangkah sebagai sebuah negara,” kata Axelrod, menambahkan bahwa Obama akan menentang pergeseran posisi politis Romney, tak seperti dalam debat pertama.
Romney, sesudah beribadah di gereja Mormon Minggu, juga melakukan sejumlah latihan debat, dimana para pembantunya yakin dia dapat melakukan penampilan kuat lagi, sesudah konfrontasi langsung membalikkan kampanyenya yang tertinggal ketika itu.
Orang Republikan itu, mantan gubernur Massachusetts, mengasah teknik debatnya dengan Senator Ohio Rob Portman yang menggantikan presiden.
“Saya pikir Presiden Obama akan tampil hidup. Dia musti mengkompensasi debat pertama yang buruk,” kata Portman pada acara “This Week” ABC News.
Dengan kedua calon melakukan perjalanan untuk menarik dukungan maka terserah kepada para pendukungnya yang berprofil menonjol untuk melempar granat kampanye ke sirkuit talk show Minggu.
Republik meningkatkan serangan mereka terhadap Obama terkait penyerbuan konsulat AS di Benghazi pada 11 September yang menewaskan empat warga Amerika, termasuk duta besar AS untuk Libya Chris Stevens.
Kritikus mengatakan pemerintah, yang awalnya mengatakan insiden tersebut merupakan serangan “spontan” tetapi kini mengakui merupakan serangan teror terorganisasi, sedang mencoba menangkis kesalahan dari Obama menjelang pemilu 6 November.
“Mereka menyesatkan rakyat Amerika atau benar-benar tidak kompeten,” kata Senator Republikan Lindsey Graham di program “Face the Nation” CBS.
Serangan tersebut muncul setelah seminggu dimana seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan permintaan penguatan keamanan di pos AS di Libya ditolak. Gedung Putih mengatakan Obama tidak pernah diinformasikan mengenai panggilan permintaan bantuan  tersebut.
Namun Republik menuduh bahwa sesudah konvensi Demokrat yang memuji Obama atas serangan AS yang menewaskan Osama bin Laden, pemerintahannya segan mengakui bahwa Al Qaida masih merupakan ancaman serius.
“Ketika sesuatu memburuk, mereka menyangkal, mereka menipu dan mereka menunda. Dan kebenarannya adalah kita tidak lebih aman,” kata Graham. [far/dbs]

 

Related posts