Friday , 13 December 2019
Home » Headline » Nyapres, Farhat Fokus Ekonomi Pribumi

Nyapres, Farhat Fokus Ekonomi Pribumi

Farhat Abbas berbicara soal ekonomi pribumi dalam seminar Ekonomi Pribumi & Media Sosial di Dacosta Cafe, Sabtu (19/1).

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pengacara kondang Farhat Abbas benar-benar serius maju sebagai calon presiden di 2014 mendatang. Untuk mendukung langkah tersebut, dirinya melakukan roadshow ke 10 kota besar di Indonesia dan melakukan diskusi publik mengenai Ekonomi Pribumi. Keseriusan tersebut disampaikan Farhat di sela diskusi publik Ekonomi Pribumi & Media Sosial di Dacosta Cafe, Sabtu (19/1).

“Ya, Capres Muda Aku Indonesia (slogan pencalonan Farhat), kita sudah mulai roadshow di beberapa kota. Hari ini bersama intelektual Bandung mengadakan diskusi dengan tema Ekonomi Pribumi & Media Sosial,” katanya.

Tema itu diangkat dengan harapan para pengusaha pribumi dapat setara dengan pengusaha asing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Serta mendapatkan keadilan yang sama di bidang sosial dan ekonomi.

Disinggung soal komunikasi politik untuk mengusung dirinya sebagai presiden, Farhat mengaku telah melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh partai politik. Dan ke depannya akan diadakan konvensi dengan partai-partai lainnya. Dirinya juga menunggu hasil keputusan adanya pencalonan presiden dari perseorangan.

“Kita mencari presiden yang bukan melindungi mantan presiden. Dan bukan demi kepentingan golongan atau kelompok, tapi kepentingan Indonesia,” tegasnya.

Soal nantinya banyak yang menentang majunya dirinya sebagai capres, dikarenakan pernyataan kontroversial terkait warga keturunan, Farhat menyebut itu adalah sesuatu yang dibesar-besarkan oleh suatu kelompok dari pernyataan yang tidak rasis menjadi rasis.

“Itu adalah pembunuhan karakter, reaksi dari majunya saya sebagai calon presiden. Perlahan-lahan kita tidak ingin menyinggung soal warga keturunan dan lebih mengutamakan kekuatan ekonomi pribumi,” ujar suami dari penyanyi Nia Daniaty tersebut.

Saat ditanya komentarnya, bila dirinya ditawarkan posisi sebagai RI 2 alias wakil presiden, ia menyerahkan seluruhnya pada rakyat. Karena majunya sebagai presiden adalah suatu perjuangan, bukan mencari kekuasaan.

“Bila rakyat menginginkan saya sebagai RI 1, berarti saya akan terpilih. Tapi kita lihat saja siapa yang dipilih rakyat,” tandasnya. (AVILA DWIPUTRA)