Netty Dukung Pembebasan Nurhayati & Fitria

  • Whatsapp
Istri Gubernur yang juga Ketua P2TP2A Jabar, Netty Prasetiyani Heryawan saat mengunjungi keluarga Ruyati, yang dihukum pancung di Arab Saudi (20/6/2011)

JABARTODAY.COM – SINGAPURA

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan, melakukan kunjungan ke Singapura dalam rangka menemui beberapa TKI bermasalah (Rabu, 15/02). Secara khusus Netty Presetiyani Heryawan menyaksikan secara langsung proses persidangan di Supreme Court Singapura terhadap TKI Fitria Depsri Wahyuni (19) yang terancam hukuman gantung karena dituduh membunuh majikannya.

“Saya ingin menyaksikan secara langsung bagaimana proses persidangan terhadap TKI di luar negeri dan tentunya saya juga ingin memberikan dukungan moral kepada Fitria dan keluarga”, ungkap Netty.

Selain melihat langsung proses persidangan di Singapura, Netty Heryawan juga ingin berkonsultasi dengan Mr Muzammil, pengacara Nurhayati–TKI asal Indramayu Jawa Barat yang terancam hukuman gantung di Singapura– serta menanyakan bagaimana perjalanan kasus Nurhayati.

“ Saya bertemu dengan Mr Muzammil yang menangani kasus Fitria dan Nurhayati. Saya menanyakan beberapa hal terkait proses hukum Nurhayati dan meminta agar pengacara Nurhayati dapat memberikan bantuan hukum yang maksimal untuk membebaskan Nurhayati dari hukuman gantung,” jelas Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini.

Setelah mengikuti proses persidangan di Supreme Court Singapura, Netty Prasetiyani Heryawan melanjutkan perjalanan menuju KBRI Singapura. Di KBRI, Netty ditemui oleh Fachry Sulaiman, Counsellor KBRI Singapura. Dalam pertemuan tersebut Netty mengajak pihak KBRI Singapura untuk membangun kerjasama konstruktif dalam berbagai hal.

“Kami mengajak KBRI Singapura untuk melakukan kerjasama konstruktif antara lain di bidang pembentukan sistem informasi data TKI yang bermasalah pada saat pembinaan di shelter dan pasca pemulangan,” ungkap kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan UNPAD ini.

Selama di KBRI Singapura Netty Heryawan juga menemui TKI bermasalah yang ada di penampungan KBRI Singapura. Ia secara khusus memberikan semangat, dukungan, dan mengingatkan mereka beberapa hal penting yang secara mendasar harus diketahui oleh para calon TKI sebelum berangkat termasuk kewajiban untuk menaati segala peraturan yang berlaku.

“Saya berpesan kepada TKI yang sedang menghadapi masalah agar mereka dapat menyikapi secara bijak, bersabar, dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang menimpa. Kami juga berdoa bersama agar Allah SWT memudahkan semua urusan kami dan terus melindungi serta memberikan jalan keluar permasalahan kami,” ungkap Netty.

Di akhir pertemuan dengan para TKI, Netty memberikan bingkisan berupa oleh-oleh khas Jawa Barat kepada para TKI dan dengan rasa haru bercampur gembira mereka menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung bersama Netty Heryawan dan rombongan.

Menurut catatan KBRI, jumlah TKI yang bekerja di Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Singapura ada sekitar 120.000 orang.  Ada sekitar 2500 kasus TKI bermasalah setiap tahunnya di Singapura.

“Ada beberapa modus yang sering dilakukan antara lain mengiming-imingi kehidupan yang baik sampai rela memberi pinjaman kepada keluarga dan bahkan tidak jarang mereka melakukan pemalsuan identitas demi mengajar iming-iming tersebut. Penyebab lain adalah rendahnya kapasitas TKI diantaranya adalah kemampuan bahasa, penguasaan budaya negara tujuan, serta rendahnya keterampilan dalam melakukan pekerjaan,”jelas Ibu dari 6 putra ini.

Keseriausan Netty Heryawan terhadap permasalahan TKI sudah diperlihatkan dari beberapa aksi perjalanan beliau menjemput langsung TKI bermasalah di Kuching Malaysia dan dilanjutkan dengan membuka pintu komunikasi dangan Menakertrans dan Kepala BNP2TKI.

Selain itu Netty juga melakukan upaya penjajakan kerjasama konstruktif dengan KBRI Hong Kong, Malaysia, dan Singapura dalam penanganan TKI. (fzf).

Berita Terkait