Home » Headline » MUI Jabar Tolak Gerakan Parade Tauhid Mujahid 212

MUI Jabar Tolak Gerakan Parade Tauhid Mujahid 212

Ketua MUI Jawa Barat Prof. DR. KH. Rachmat Syafe’i Didampingi Sekum MUI Jabar Rafani Akhyar (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat menolak seruan pihak tertentu untuk melakukan gerakan aksi yang mengajak para ulama, habaib, ustadz, dan aktifis keagamaan, yang terindikasi akan menodai agama. Gerakan itu dianggap berpotensi memecah-belah bangsa.

“Gerakan itu bisa mengganggu dan memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa, untuk itu kami sebagai khadimul ummah dengan tegas menolak,” kata Ketua MUI Jawa Barat Prof DR KH Rachmat Syafe’i, MA, Kamis (26/9).

Syafe’i menyatakan, pihaknya mengapresiasi gerakan mahasiswa yang menyampaikan kritik kepada pemerintah dan DPR RI. Namun, dia juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh, terutama para provokator yang menginginkan suasana menjadi tidak kondusif.

Pendapat senada juga diutarakan Sekretaris Umum MUI Jawa Barat Rafani Akhyar. Menurutnya, kegiatan tanggal 28 September 2019, yang menamakan gerakan parade tauihid atau gerakan mujahid 212 dikoordinir oleh kelompok tertentu di Jakarta.

Untuk itu, MUI mengimbau kepada kaum muslimin, khususnya di Jawa Barat, untuk tidak menghadiri kegiatan tersebut.

“Mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi ajakan mengikuti dan melakukan gerakan parade tauhid karena kegiatan tersebut merupakan politisasi agama,” ujar Rafani.

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai gejala bergesernya agenda tuntutan revisi undang-undang KPK dan undang-undang lainnya kepada isu lain, seperti pembatalan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Bagi aparat agar berhati-hati dalam menangani demonstran. Tahapannya harus sesuai dengan amanat UU dengan terus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan dan transparan, sehingga dapat melaksanakan tugas secara proporsional dan profesional,” tutup Rafani. (edi)