Wednesday , 3 June 2020
Home » Headline » Mengharukan, Polwan Ini Rela Batalkan Pesta Pernikahannya

Mengharukan, Polwan Ini Rela Batalkan Pesta Pernikahannya

Foto pre wedding Bripka Fenny Octafiany Simamora dan Bripka Amran Regen Situmeang. (istimewa)

SECUPLIK kisah inspiratif sekaligus mengharukan datang dari seorang polisi wanita yang bertugas di Polresta Bandung, Bripka Fenny Octafiany Simamora. Perempuan berusia 32 tahun ini mesti rela membatalkan resepsi pernikahannya demi kemanusiaan.

“Sedih, kecewa. Tapi ini masalah kita peduli sama orang lain, soal kemanusiaan. Jadi ini yang terbaik,” ucap Fenny, saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).

Fenny yang berdinas di staf umum Polresta Bandung, memiliki alasan kuat membatalkan rencana resepsi pernikahannya dengan Bripka Amran Regen Situmeang, meski telah menyebar seribu undangan. Dirinya tak ingin para undangan yang datang malah mendapat musibah, jika resepsi tetap dipaksakan.

“Rencananya, kami akan melaksanakan resepsi pernikahan secara agama Di Gereja HKBP Simanungkalit Tarutung Sipoholon pada 23 Maret 2020,” ungkapnya.

Namun, pandemi Covid-19 harus rela membuat dirinya membatalkan momen bahagianya yang sudah dipersiapkan secara matang sejak setahun lalu. Pembatalan acara resepsi pernikahan itu diambil saat menit-menit terakhir usai lamaran di Saitnihuta, Dolok Sanggul, Sumatera Utara.

Rencana resepsi pernikahan sudah diatur. Seusai resepsi, mereka dan keluarga besar akan melanjutkan acara pemberkatan adat kasi ulos di rumah mertuanya. Rencananya seribu orang undangan akan hadir. Tapi saat ini semuanya telah dibatalkan.

Fenny mengaku, saat lamaran berlangsung belum ada maklumat dari Kapolri Jenderal Idham Azis, yang salah satu isinya menginstruksikan personel kepolisian untuk menindak tegas pihak yang masih membuat acara dan melibatkan banyak orang di tengah wabah virus corona.

“Selain demi kemanusiaan, juga memang ada perintah langsung dari Istana dan juga Kapolri. Dan itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai anggota Polri untuk melaksanakan perintah,” ucapnya.

Setelah mendapat kabar itu, Fenny berdiskusi dengan Amran, dan memutuskan membatalkan seluruh rangkaian acara pernikahannya. Dirinya menginginkan, agar keluarga besarnya tetap berada dalam kondisi yang sehat. Namun, Fenny menekankan, acara pernikahan dan adat pemberkatan di hadapan pendeta tetap akan diselenggarakan secara sederhana atau hanya dihadiri oleh keluarga.

“Yang datang dari keluarga saja, bisa dihitung jari, dan waktunya juga sangat singkat,” imbuhnya.

Perlu diketahui, acara pernikahan dengan menggunakan adat Batak lazimnya melibatkan banyak orang. Bahkan, sampai ribuan orang. Prosesi adat berjalan sejak siang dan biasanya berakhir pada petang, bahkan hingga malam.

Sementara, Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan, yang juga menjadi salah satu keluarga yang turut mengundang dalam acara resepsi pernikahan tersebut, mengapresiasi keputusan anggotanya itu.

“Anak kami seorang putri terbaik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Adinda Bripka Fenny Octafiany Simamora memang seorang yang baik dan patuh, maka sudah sepantasnya bagi seorang alat negara yang disiplin dan patuh terhadap perintah, dia undur hari bersejarahnya demi kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hendra pun menyampaikan permohonan maaf kepada para tamu undangan karena resepsi tersebut harus dibatalkan.

“Saya mengucapkan permintaan maaf kepada para tamu undangan,” pungkasnya. (*/vil)

Baca Juga:  Membandel, Tempat Karaoke di Bandung Disegel