Mau Tes Antigen di Stasiun? Ini Tarif Anyarnya

Petugas kesehatan melakukan tes antigen kepada salah seorang calon penumpang kereta api di Stasiun Bandung, beberapa waktu lalu.

JABARTODAY.COM – BANDUNG Tarif rapid test antigen di stasiun berubah dari yang sebelumnya Rp 45 ribu menjadi Rp 35 ribu. Harga anyar ini berlaku mulai 1 Januari 2022.

“Penyesuaian tarif rapid test antigen ini merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan kami kepada masyarakat di masa libur Tahun Baru 2022 ini,” ujar Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Bandung Kuswardoyo, Kamis (30/12/2021).

Pada kesempatan itu, Kuswardoyo mengingatkan kepada masyarakat untuk terus melengkapi persyaratan naik kereta api di masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, salah satunya adalah rapid test antigen bagi calon penumpang diatas 12 tahun.

Pada periode 17-29 Desember 2021 penumpang yang telah lakukan tes antigen di stasiun mencapai 33.714. Sedangkan pada 23-29 Desember 2021, tercatat 315 penumpang menggunakan melakukan tes PCR.

“Dengan semakin terjangkaunya harga tersebut, diharapkan calon penumpang dapat memanfaatkan layanan tersebut dalam melengkapi persyaratan sesuai protokol kesehatan yang berlaku,” ujar Kuswardoyo.

Berita Terkait

Sementara itu, masa posko angkutan Tahun Baru pada periode 17 Desember 2021-4 Januari 2022, Daop 2 Bandung telah menjual 66.423 tempat duduk tiket kereta api jarak jauh atau sebanyak 46 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.

“Jumlah tersebut masih dapat terus bergerak dikarenakan penjualan tiket masih berlangsung hingga saat ini. Tiket Kereta Api pada masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dapat dipesan oleh masyarakat melalui aplikasi KAI Access, situs KAI, dan seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI lainnya” ungkap Kuswardoyo.

Tujuan perjalanan yang menjadi favorit masyarakat pada periode libur tahun baru di wilayah Daop 2 Bandung adalah perjalanan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Masyarakat dapat segera melakukan pemesanan tiket karena tiket KA masih tersedia ke berbagai tujuan. Calon penumpang kami minta agar memerhatikan syarat-syarat naik KA sesuai ketentuan dari pemerintah,” imbau Kuswardoyo. (*)

Related posts