Martinus: Tindak Tegas Anak Anggota Polri yang Terlibat Tawuran!

  • Whatsapp

(FOTO ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tawuran antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta yang menimbulkan korban tewas, belum lama ini, mendapat respon beragam dari masyarakat. Tak terkecuali istri Kapolda Jawa Barat, Coreta Putut Eko Bayu Seno. Menurut Coreta, pendidikan dini yang dilakukan oleh orangtua, terutama ibu, dapat meminimalisir tindakan negatif yang dilakukan anak.
“Untuk mencegah hal tersebut maka peran orangtua terutama ibu dalam mendidik anak sangat penting,” jelas Coreta, seusai acara dzikir memperingati HUT Bhayangkari ke-60, di Masjid Al Amin Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (28/9).
Coreta yang juga Ketua Bhayangkari Jabar, mengatakan, peran ibu untuk mencegah hal tersebut adalah dengan melakukan pendekatan secara intens, juga memberikan perhatian lebih kepada anak.
“Namanya ibu dan anak pasti memiliki ikatan batin yang sangat dekat. Sehingga dengan memberikan nasihat-nasihat, serta pengenalan hukum yang baik, dapat mencegah hal-hal yang negatif,” tuturnya.
Dia juga mengungkapkan, mengharapkan agar suanana di Jabar tetap aman. “Saya berharap di Jabar tidak ada tawuran, apalagi ada korban jiwa. Ya, anak-anak tetap harus menuntut ilmu dengan benar dan nantinya bisa berbakti pada nusa dan bangsa,” imbaunya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar Martinus Sitompul, menjelaskan, apabila ada anak anggota Polri yang terlibat aksi tawuran akan ditindak tegas.
“Kami tidak akan membedakan apakah dia anak anggota Polri atau tidak. Karena, apabila memang sudah melanggar hukum, maka akan ditindak semestinya,” tegasnya.
Martin juga mengimbau kepada anggota Polri dan masyarakat agar lebih memperhatikan putra-putrinya. “Karena semua bermula dari keluarga. Sehingga lebih baik orangtua memberikan pendidikan di rumah, karena anak memang lebih banyak waktu di rumah,” ujarnya. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts