“Mainkan Harga, Saya Sikat”

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Hampir setiap momen Ramadan dan Idul Fitri, kerap terjadi kenaikan permintaan yang efeknya membuat harga jual berbagai komoditi pun meninggi. Tidak jarang, situasi tersebut dimanfaatkan sejumlah oknum spekulan untuk meraup keuntungan.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, usai Peluncuran Operasi Pasar Beras dan Gula Sinergi BUMN Membangun Negeri di Gudang Bulog Divisi Regional Jabar Cimindi, Kota Cimahi, Senin (15/6), mengemukakan, menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, ketersediaan berbagai kebutuhan, seperti beras, gula, daging, dan bawang merah, serta beberapa komoditi lainnya, dalam kondisi aman. Jokowi, sapaan akrabnya, masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kekurangan pasokan.

Diutarakan, kondisi itu membuat harga jual relatif lebih stabil. “Jadi, saat kondisi seperti ini, saya ingatkan, jangan pernah bermain-main soal harga jual saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Jika berani, kita kejar dan saya sikat,” tegas Jokowi.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan sebuah misi yang tidak dapat ditawar apa pun. Untuk itu, cetusnya, pada era kepemimpinannya, pemerintah bertekad untuk menciptakan swasembada pangan. “Pemerintah wajib memenuhi dan menyediakan kebutuhan masyarakat. Kalau ada kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera melakukan berbagai langkah strategis, yaitu melakukan penyuplaian, baik oleh Bulog, Kementerian Perdagangan, maupun Kementerian Pertanian,” cetusnya.

Diutarakan, pihaknya mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat untuk melakukan hal yang terbaik berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan pangan. Selain itu, sahut dia, juga sigap dalam hal melakukan berbagai upaya antisipasi terjadinya gejolak kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2015.

Berbicara operasi pasar, Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti, menyatakan, pihaknya menyiapkan sebanyak 300 ribu ton, yang terdiri atas 250 ribu ton beras dan 50 ribu ton gula. Tidak itu saja, lanjut dia, pihaknya pun siap menyediakan bawang merah sebanyak 50-100 ton per hari.

Berdasarkan data, ketersediaan beras di Indonesia dalam kondisi aman. Data menunjukkan, volume beras mencapai 1,4 juta ton. Menurutnya, angka itu untuk pemenuhan kebutuhan selama 6 bulan mendatang.

Lalu, bagaimana dengan Jabar? Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Alip Affandi, menambahkan, alokasi beras untuk kebutuhan OP menjelang dan selama Ramadan, volumenya mencapai 120 ton beras. “Lalu, 25 ton gula pasir dan 10 ton bawang merah,” ucap Alip.

Mengenai stok, seperti halnya Djarot, Alip menegaskan, sejauh ini, ketersediaan beras dalam kondisi aman. Dia mengutarakan, data menunjukkan, volumenya sejumlah 187 ribu ton. “Insyaallah, angka itu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Jabar selama 5 bulan,” tutup Alip. (ADR)

Related posts