Pesepakbola Tersambar Petir di Bandung, Begini Penyebabnya Menurut Analisis BMKG

 

foto: tangkapan layar

JABARTODAY.COM ,BANDUNG – – Septian Raharja (35) warga dari Kabupaten Subang, tewas akibat tersambar petir saat sedang bermain sepak bola di Stadion Siliwangi, Kota Bandung.

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun melakukan investigasi terkait penyebab petir menyambar pemain tersebut, dan sepatu dengan pull besi yang diduga menjadi pemicu pemain tersebut tersambar.

 

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban mengalami luka hitam kemerahan di bagian dadanya. Sepatu bola yang korban kenakan juga terbakar saat kejadian. Informasi yang diperoleh detikJabar, korban mengenakan sepatu dengan pull besi.

 

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu, mengatakan besi merupakan bahan yang dapat menghantarkan listrik.

 

“Iya (besi) menghantarkan (listrik),” ujar dia dilansir dari detik, Senin (12/2/2024).

 

Namun, kata Teguh, pihaknya perlu melakukan investigasi atau analisis lebih lanjut tekait petir yang menyambar pemain tersebut.

 

Meskipun lapangan terbuka menjadi daerah ideal oleh sambaran petir menyambar, keberadaan manusia juga menjadi objek paling menonjol, sehingga sangat berpotensi tersambar petir.

 

“Kita tidak tahu pasti tempat petir akan menyambar, namun daerah terbuka seperti lapangan merupakan daerah paling ideal tersambar oleh petir Cloud to Ground (CG) di mana keberadaan manusia pada ruang terbuka akan menjadi objek paling menonjol atau lebih tinggi yang paling memiliki potensi tersambar. Kaitan ada kandungan besi pada pull sepatunya pun perlu dikaji,” kata dia.

 

Diberitakan sebelumnya, Septian Raharaja (34) tewas tersambar petir di Stadion Siliwangi, Kota Bandung saat kondisi cuaca cerah. Septian tersambar petir saat menjalani fun football atau pertandingan persahabatan antara timnya FBI Subang melawan 2flo Bandung, Sabtu (10/2/2024) sekitar pukul 10.00 WIB. [ ]

Red: admin

Related posts