Lion Air Tergelincir, Lalu Berputar Arah, Tapi Dua Bayi Selamat

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – PONTIANAK

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 716 tiba-tiab tergelincir dan terpaksa harus berputar  arah di ujung landasan Bandara Supadio Pontianak. Pesawat tersebut berangkat dari Jakarta pukul 18.30 WIB, dan tiba di Supadio Pontianak pukul 19.45 WIB. Jumlah penumpang sekitar 167 orang, empat diantaranya anak-anak dan dua bayi. Semua penumpang selamat termasuk dua bayi tersebut.

“Kondisi moncong pesawat jadi masuk ke landasan, bukan berada di ujung landasan. Karena saat tergelincir dan menyentuh tanah di ujung landasan, pesawat tersebut kontan berbalik arah dengan sendirinya,” kata Teguh, salah seorang penumpang Lion Air naas tersebut seperti dikabarkan antaranews.com, Kamis malam.

Teguh menuturkan, saat akan melakukan pendaratan tidak ada kejadian yang janggal. Seperti biasa, katanya, sekitar 25 menit sebelumnya pilot menyampaikan bahwa pesawat akan mendarat dan kondisi cuaca di Supadio dalam keadaan cerah.

“Saat mendarat kondisi cuaca mulai hujan,” tuturnya.

Teguh mengatakan, perasaannya mulai tidak enak ketika pesawat terus melaju meski posisinya sudah berada lebih dari setengah panjang landasan.

“Kebetulan saya duduk di samping jendela, jadi bisa melihat kondisi di luar. Saat ban pesawat menyentuh landasan semuanya berjalan normal, namun, ketika pesawat berada setengah dari panjang landasan, kecepatan tidak berkurang dan perasaan saya sudah bisa memperkirakan bahwa pesawat ini akan amblas,” katanya.

Pria yang  juga pekabar di LKBN Antara itu menambahkan, saat menyadari pesawat tersebut tergelincir, seluruh penumpang berteriak panik. Mereka khawatir kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada pesawat tersebut.

“Untungnya tidak terjadi apa-apa, dan tidak ada yang luka. Hanya saja bisa dipastikan penumpang mengalami shock,” katanya.

Penumpang sempat panik sambil menunggu instruksi lanjutan dari pramugari dan pilot. Mereka baru keluar dari pesawat sekitar 10 menit.

“Awalnya penumpang turun dengan menggunakan tangga tanpa atap dari pesawat sambil menunggu tangga yang biasa dipakai saat kondisi normal. Ada beberapa penumpang yang membawa anak kecil,” tuturnya.

Dia memaparkan, untuk proses evakuasi penumpang di awal sempat lambat dan lalu berlangsung lancar. Setelah sampai dibawah, penumpang kemudian dijemput dengan menggunakan bis bandara. “Kami kemudian dibawa ke ruang kedatangan dan tidak diperbolehkan keluar sampai menunggu instruksi berikutnya,” kata Teguh. [alfian]

Related posts