Liga Terancam Batal, Laga Persib Tetap Digelar

  • Whatsapp

JABARTODAY – BANDUNG

Gonjang-ganjing Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memasuki jilid II. Kisruh antarklub pendukung Liga Super kontra Liga Prima ini mencuat Kamis malam (13/10) saat berlangsungnya manager meeting di Jakarta. Buntutnya, 14 klub mengancam mundur dari kompetisi yang sejatinya digelar mulai besok, Sabtu (15/10). Meski begitu, Persib Bandung yang didaulat manjalani laga perdana kontra Semen Padang tetap menggelar laga.

Kepastian laga Maung Bandung versus Kerbau Sirah ini disampaikan manajer Persib Bandung Umuh Muhtar dan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Muhammad Farhan. Konfirmasi kesiapan tim tamu sendiri disampaikan melalui Umuh di sela latihan Maung Bandung tadi pagi.

Menurut Umuh, direksi PT PBB melakukan koordinasi terkait kisruh PSSI semalam. Hasilnya, Persib tetap melakoni laga yang semula menjadi ajang pembuka kompetisi karta tertinggi di tanah air tersebut di stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, besok.

“Persib akan umumkan sikap setelah pertandingan. Saya sudah mendapat mandat dari Pak Glenn (Sagita) dan Pak Zaenuri (Hasyim) untuk berbicara setelah pertandingan pertama melawan Semen Padang. Persib akan melanjutkan liga atau tidak, bisa diketahui nanti setelah pertandingan hari Sabtu,” ujar Umuh.

Persib memastikan pertandingan harus terlaksana sebab segala persiapan sudah rampung. Apalagi, tiket yang tersedia pun sudah habis terjual. Sementara pemain Semen Padang sudah berada di Bandung.

Dihubungi terpisah, Farhan yang merupakan salah satu direktur PT PBB menegaskan pihaknya berada pada pihak netral di antara dua kubu bertikai. “Persib tidak masuk kelompok 14 atau kelompok 10. Kami tidak pernah menandatangani apapun. Sebelumnya kami hanya berkonsultasi saja,” kata Farhan kepada sebuah portal berita.

Nama Persib diklaim masuk kelompok 14 yang menolak pelaksanaan kompetisi di bawah PT Liga Prima Indonesia Sportindo yang diikuti oleh 24 tim. Kelompok 14 ini ingin kompetisi dijalankan oleh PT Liga Indonesia di bawah CEO Joko Driyono.

Nama 14 klub yang beredar adalah Persebaya, Sriwijaya FC, Persipura, Persib, Persidafon, Persiwa, Persiba Balikpapan, Persela, PSPS, Pelita Jaya, Semen Padang FC, Deltras, Persisam, dan Mitra Kukar. Kubu ini menuntut PSSI kembali pada aturan dengan menetapkan hanya 18 klub yang mengikuti kompetisi musim ini. Belakangan, 14 klub ini mengancam mundur dari kompetisi dan berencana menggelar kompetisi tandingan.

Sedangkan kubu kedua yang terdiri dari 10 klub pendukung, mendesak PSSI untuk segera menggelar kompetisi yang direncanakan mulai digelar pada 15 Oktober mendatang. kelompok ini mendukung pelaksanaan kompetisi di bawah PT Liga Prima Indonesia Sportindo.

Ke-10 klub itu terdiri Persiraja, PSMS Medan, Persibo Bojonero, Persija Jakarta, PSM Makasar, Arema Indonesia, Persema Malang, Persiba Bantul, Persijap Jepara, dan Persebaya 1927 yang merupakan tandingan dari Persebaya kelompok 14.(SMM/VVN/NJP)

Berita Terkait