Home » Bandung Raya » Legislator Imbau Masyarakat Tetap Disiplin Lakukan Social Distancing

Legislator Imbau Masyarakat Tetap Disiplin Lakukan Social Distancing

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Erwin Gunawan

JABARTODAY.COM – BANDUNG Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Erwin Gunawan, meminta agar masyarakat mengikuti imbauan dari pemerintah mengenai penerapan social distancing dan physical distancing. Pasalnya, kedua langkah tersebut dinilai bisa memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

“Saya mengajak semua masyarakat disiplin menerapkan langkah-langkah itu dan tetap mematuhi imbauan dari pemerintah,” seru Erwin, Rabu (1/4/2020).

Selain dua langkah tersebut, Erwin juga meminta agar masyarakat tidak nekat melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti berkerumun. Dia pun mengajak masyarakat mulai membiasakan cuci tangan, menjaga stamina, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Bekerjalah di rumah dan beribadahlah di rumah,” ucapnya.

Erwin mendorong masyarakat yang merasakan tidak enak badan atau sakit untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Hal ini, menurut dia, sebagai antisipasi penularan virus corona.

“Beberapa langkah tersebut yang disiplin dilakukan oleh masyarakat tentu saja merupakan peran masyarakat memerangi wabah ini,” kata dia.

Terkait rapid test, Erwin menekankan, hal itu lebih diprioritaskan kepada warga yang berisiko tinggi tertular Covid-19. Sehingga, tidak semua warga di Kabupaten Bandung bisa mengikuti tes cepat yang diselenggarakan oleh pemerintah. Sosok yang berisiko tinggi, sebut dia, seperti orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), juga tenaga medis yang berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19.

“Kalau yang masuk dalam ODP dan belum menjalani tes, sebaiknya isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Kalau ada gejala yang mengarah ke Covid-19, secepatnya melapor ke petugas kesehatan atau fasilitas kesehatan,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Menyoal rencana lockdown, Erwin meminta agar diperhitungkan dan dikaji lagi secara matang. Terlebih masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim sebentar lagi menyambut Ramadan.

“Harus diperhitungkan lagi. Kalau lockdown, maka semua kebutuhan pokok masyarakat harus di-cover oleh pemerintah,” imbuhnya.

Lockdown, kata dia, sangat rawan terjadinya chaos jika tidak dipikirkan secara matang. Seperti yang terjadi di India belum lama ini.

Oleh sebab itu, langkah Bupati Bandung meminta agar lockdown perlu dikaji kembali, karena dampaknya dinilai cukup meluas. Seperti dampak ekonomi, sosial, budaya.

“Saya pribadi setuju dengan langkah bupati yang meminta agar dikaji kembali mengenai rencana lockdown itu. Jangan sampai malah chaos kalau tidak matang perencanannya,” kata dia.

Erwin menginginkan supaya Pemerintah Kabupaten Bandung terus memantau kondisi masyarakat satu per satu. Terlebih warga yang berada di wilayah zona merah Covid-19.

Dirinya optimistis, bila masyarakat disiplin dan pemerintah tetap berada di tengah-tengah untuk membantu, wabah Covid-19 bisa secepatnya diselesaikan. Sehingga, masyarakat Indonesia bisa menyambut Ramadan dengan nyaman dan aman.

“Pantau dan terus sosialisasikan anjuran pemerintah pusat. Dan juga bantu masyarakat menyemprot disinfektan,” pungkasnya. (vil)

Baca Juga:  Wawalkot Bandung Minta Masyarakat Tak Stigma Negatif Penderita Covid-19