KPU Cianjur Hilangkan 107 buah C-1 Plano

Pemilu 2014JABARTODAY.COM – JAKARTA

Pemilu Legislatif 2014 masih menyisakan beberapa persoalan. Dalam persidangan Mahkamah Konstitusi, Senin (21/7/2014), terungkap Komisi Pemilihan Umum Cianjur menghilangkan C-1 Plano sebanyak 107 buah.

Kasus tersebut terungkap dalam persidangan MK dengan termohon Caleg DPRD Jawa Barat Dapil III (Kabupaten Cianjur – Kota Bogor) Wawan Setiawan, SH. Kehilangan Plano sebanyak itu, dikatakan Wawan, diawali dari adanya amar putusan MK atas aduan Hedi Permadi Boy, SE., yang suaranya berada di bawah Wawan.

“Hedi Permadi mengadu ke MK karena suaranya dari saya, kemudian MK menyuruh KPU Jawa Barat untuk menghitung C-1 Plano, sayangnya kejadian aneh terjadi karena C-1 sebanyak 107 buah Plano katanya hilang di KPU Cianjur,” sahutnya.

Dalam amarnya MK menghendaki agar KPU menghitung ulang C-1 Plano untuk 11 desa di tiap kecamatan di Kabupaten Cianjur. Mengetahui bahwa banyak C-1 Plano hilang, KPU Provinsi Jabar mengeluarkan surat tertanggal 2 Juli 2014 dengan nomor 633/KPU-Prov.-011/2014 yang menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penghitungan C-1 Plano dan C-1 Hologram.

Sehingga, menurut Wawan, apa yang dilakukan KPU Provinsi Jabar melanggar perintah MK. Seharusnya, KPU tidak melakukan di luar perintah MK. “Jadi kalau ada penghitungan C-1 Hologram sama dengan melanggar perintah MK,” paparnya.

Wawan juga menjelaskan bahwa sebenarnya Badan Pengawas Pemilu Jabar juga mengusulkan agar penghitungan dilakukan pada 237 TPS yang C-1 Plano nya ditemukan, sementara untuk 107 TPS (yang C-1 Plano-nya hilang) hanya dibuatkan berita acara untuk diserahkan ke MK untuk mendapatkan keputusan lebih lanjut. “Jadi dengan proses hitung C-1 hologram menurut saya terlalu nekad karena menyalahi Amar Putusan MK.
Tetapi di persidangan MK tadi, KPU sesungguhnya telah mengakui kelalaiannya baik menghilangkan C-1 Plano maupun menghitung C-1 hologram, sehingga saya berharap MK dapat melakukan putusan dengan objektif,” harapnya.

Fakta persidangan hari ini, setelah dipersilahkan oleh majelis hakim, KPU Provinsi Jabar membacakan hasil pleno tanggal 2 Juli 2014, ada catatan khusus yg disampaikan, yaitu hilangnya atau tidak diketemukannya C-1 Plano berjumlah 107 buah di KPU Kabupaten Cianjur. Kedua, KPU provinsi melakukan hitung ulang 237 memakai  C-1 Plano dan 107 memakai C-1 hologram. Ketiga, Bawaslu dan terkait Wawan Setiawan keberatan penghitungan C-1 Plano yang hilang diganti dengan C-1 hologram, karena amar putusan MK nya tidak demikian.

Fakta persidangan lain adalah kuasa hukum DPP Partai Demokrat meminta majelis hakim MK untuk menetapkan kembali saudara Wawan setiawan sebagai caleg terpilih, karena penghitungan ulang di KPU dianggap gagal/cacat hukum karena 107 C-1 Plano-nya tidak ada/hilang. Wawan berkeyakinan bahwa lumbung suaranya ada di 107 C-1 Plano yang hilang tersebut. (VIL)

Related posts