KKN Tim 2 Undip Berhasil Membuat Tutorial Pembuatan Handsanitizer

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM-KUNINGAN. Sepanjang awal Juni hingga 17 Juni 2021, di Kabupaten Kuningan tercatat 990 kasus corona, 43 di antaranya meninggal. Berdasarkan wawancara dan diskusi dengan warga sekitar, KKN Tim 2 Undip melihat masyarakat sekitar belum memiliki kesadaran dan pemahaman yang cukup terkait Covid-19 dan penularannya.

Kebutuhan ekonomi masyarakat yang tidak disuplai oleh pemerintah membuat interaksi masyarakat tetap aktif. Oleh karena itu Kuningan yang didaulat sebagai kota termiskin saat pandemi di Jawa Barat sangat membutuhkan alternatif dalam penggunaan Hand Sanitizer.

Selama keberjalanan pandemi Covid-19 interaksi penduduk dan warga di Desa Gereba tidak berubah secara drastis. Hal ini dikarenakan persepsi awal sebagian masyarakat yang meganggap Bahwa Covid-19 adalah Hoax. Kebutuhan ekonomi pun menjadi alasan mengapa interaksi ini belum berubah.

Namun dengan lonjakan tajam Covid-19 akhir-akhir ini membuat warga sadar pentingnya menjaga diri dalam berinteraksi. Dalam hal ini kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk yang mendukung kemanan interaksi antar individu meningkat secara tajam. Hand sanitizer adalah salah satunya. Salah satu jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah daun Sirih (Piper betle). Saat pandemi ini Kuningan yang didaulat sebagai kota termiskin di Jawa Barat sangat membutuhkan alternatif dalam penggunaan Hand Sanitizer.

Hal ini yang mendorong  KKN Tim 2 Undip berinisiasi untuk menciptakan Handsanitizer berbahan dasar daun sirih. Menurut dr. Retno Sari, MSC., Apt air daun sirih sebanyak 15 persen ke atas sama efektifnya dengan etanol 70 persen untuk mengurangi jumlah bakteri dan virus.

Berdasarkan penelitian yang digagaskan oleh Unair dan Unnes menyatakan bahwa rebusan air daun sirih sudah cukup untuk menggantikan Handsanitizer. KKN Tim 2 Undip berhasil membuat tutorial pembuatan handsanitizer beserta pamflet yang disebar sehingga memudahkan warga untuk mengaplikasikannya. Harapannya dengan adanya program ini dapat memudahkan masyarakat Desa Gereba dalam menggunakan handsanitizer. (fathan)

Berita Terkait