Kemendikbud Belum Tahu Bocornya Soal UN di Bandung

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Achmad Jazidie mengaku adanya kebocoran soal ujian nasional tingkat SMA/SMK beberapa waktu lalu, usai diskusi bersama media di Bandung, Rabu (30/4/2014).
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Achmad Jazidie mengaku adanya kebocoran soal ujian nasional tingkat SMA/SMK beberapa waktu lalu, usai diskusi bersama media di Bandung, Rabu (30/4/2014).

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakui adanya kebocoran soal Ujian Nasional tingkat SMA/SMK/sederajat yang berlangsung beberapa waktu lalu. Salah satunya terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud RI Achmad Jazidie, kasus ini telah diproses hukum.

“Kita masih menunggu hasil penyidikan polisi. Sikap Kementerian jelas, kooperatif dan silakan diproses, kalau bisa sampai tingkat hulu (pusat),” ujar Jazidie usai Dialog Interaktif Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dengan Wartawan Media “Sekolah Menengah Terbuka dan Tunjangan Guru” di Park Hotel, Rabu (30/4/2014).

Jazidie mengatakan, pihaknya sangat berkepentingan dan akan bekerjasama sepenuh hati dengan penegak hukum terkait kasus tersebut. Ia menginginkan ke depannya hal yang sama tak terjadi serta dapat membongkar sindikat pembocor soal UN.

Saat disinggung mengenai adanya kebocoran soal di daerah lain di Indonesia, Jazidie menyatakan, belum menerima laporan dan hanya mengetahui dari media massa. Tentang kebocoran UN di Kota Bandung, terutamanya mata pelajaran Fisika yang beredar dalam bentuk PDF saat ujian susulan, dirinya belum menerima laporan, namun telah mengetahui dari pemberitaan di media.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana menyebut telah menelusuri kabar bocornya soal tersebut. Kasus itu menjadi evaluasi pihaknya dan meminta kepada para guru dan siswa agar tidak menggunakan cara-cara curang demi meraih predikat terbaik. Karena, dituturkan Elih, walikota tidak menargetkan Kota Bandung menjadi yang tertinggi dalam tingkat kelulusan para siswanya. “Yang penting jujur, bersih, dan apa adanya. Itu arahan Pak Walikota,” tegasnya.

Mengenai kasus yang saat ini terjadi, sambung Elih, pihaknya telah menyerahkan ke pihak berwajib. Apalagi motif yang dilakukan oknum-oknum tersebut belum jelas, apakah demi kelulusan atau komersil. Agar hal sama tak terulang, terutama dalam UN SMP, Disdik Kota Bandung sudah memberikan pengarahan kepada para pihak berkepentingan. “Kita sudah diskusi dengan para orangtua murid agar tidak mendorong-dorong anaknya mencari bocoran soal. Kalau para guru sudah kita kajian psikis dan kisi-kisi sebelumnya,” tandasnya. (VIL)

Related posts