Kembangkan Parcel Locker, PT Pos Jajaki Kerjasama dengan Pengembang

  • Whatsapp

PT PosJABARTODAY.COM – BANDUNG

Melakukan inovasi demi menjaga sekaligus meningkatkan pelayanan menjadi opsi yang diusung PT Pos Indonesia. Inovasi terkini yang diluncurkan lembaga BUMN selaku penyedia jasa pengiriman barang (logistik) tersebut, yaitu sistem pelayanan e-POSLocker.

“Ini adalah konsep pertama di Indonesia. Bandung menjadi pilot project. Untuk tahap awal, kami menyediakan 54 parcel locker,” ujar Setyo Riyanto, Direktur Retail dan Properti PT Pos Indonesia, pada sela-sela peluncuran e-POSLocker di Gedung Wahana Bakti Pos, Selasa (10/6/2014).

Dijelaskan, Parcel Locker merupakan pengembangan konsep yang sebelumnya, yaitu kotak surat atau PO BOX. Namun, lanjutnya, sistem ini lebih canggih karena dilengkapi berbagai teknologi, misalnya PIN khusus bagi yang mengoperasikannya.

Menurutnya, sistem dan teknologi baru ini memungkinkan pelanggan menjadi lebih fleksibel saat melakukan pengiriman atau penerimaan barang, yang sifatnya pribadi dan memiliki kerahasiaan tinggi. “Jadi, jika pengiriman, langsung tertuju kepada penerimanya selama 24 jam,” lanjut dia.

Teknisnya, terang dia, mudah. pengguna, kata Setyo, dapat menggunakannya secara mengunjungi www.postlocker.com. Kemudian, tambah dia, pengirim, yang menyertakan identitasnya, mendatangi kantor pos guna menyumpan barang pada loker tujuannya. “Penerima dapat mengambil atau menerimanya kapan pun. Lokasinya, tentunya e-POSLocker sesuai yang terinformasikan kepada sang penerima melalui nomor PIN.  Lalu, penerima dapat mengambilnya dari dalam locker,” papar Setyo.

Pihaknya, tegas dia, berencana untuk terus mengembangkan sistem yang inovatif dan dapat lebih memudahkan tersebut. Setelah Bandung, ungkapnya, pihaknya menjajaki beberapa kota besar, seperti Jakarta, Medan, Surabaya. Selain itu, ungkap dia, pihaknya pun berencana menggandeng sejumlah pihak.

Satu diantaranya,  adalah kalangan pengembang properti, Di Bandung, Setyo mengaku sudah memiliki beberapa pengembang apartemen. Namun, secara halus, Setyo berkeberatan menyebutkan nama-nama pengembang tersebut. Selain pengembang, imbuh dia, pihaknya pun menyasar pebisnis hotel dan mal. (ADR)

Related posts