Kanopi Magister Kenotariatan Unpad Ambruk

  • Whatsapp
Sebuah mobil tertimpa reruntuhan kanopi yang ambruk di Gedung Magister Kenotariatan Unpad, Jumat (15/9). (AVILA DWIPUTRA/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kanopi beton gedung Magister Kenotariatan Program Pascasarjana Universitas Padjajaran (Unpad) di Jalan Cimandiri No 2 Bandung ambruk. Beton tanpa tulang tersebut menimpa empat mobil yang terparkir di bawahnya.

Menurut salah seorang penjaga gedung yang enggan disebut namanya, atap kanopi tersebut dari sejak lama sudah bergetar setiap kali dia membersihkan kanopi tersebut. “Saya sedang di luar mendengar suara gemuruh. Saya kira ada tabrakan, namun pas dicek kanopi beton menghantam mobil,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Dihubungi terpisah, Humas Unpad Weny Widowati mengaku pernah menerima laporan adanya keretakan pada kanopi tersebut. “Tapi letaknya memang tidak terlalu terlihat. Jadi, ya kita sangka masih kuat. Tahunya kejadian seperti tadi pagi. Tapi, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Weny.

Weny mengungkapkan, empat mobil jadi korban dalam insiden ini. Tiga mobil merupakan mobil dinas milik Fakultas Hukum Unpad. “Karena mobil dinas jadi tidak boleh dibawa ke rumah. Kerusakannya lumayan parah,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan,  dari empat mobil yang sedang terparkir, dua di antaranya mobil dinas, mengalami kerusakan cukup parah. Mobil dinas bertipe Kijang kapsul dengan nomor polisi D 947 A rusak di bagian kap depan. Sementara itu, mobil lain bernopol D 1878 A mengalami rusak parah di bagian belakang, dengan kaca pecah berhamburan.

Sedangkan, dua mobil lainnya yang ikut tertimpa adalah mobil Karimun D 1338 KQ dan mobil dinas Avanza D 1737 D. Keduanya hanya mengalami goresan dari beton tersebut.

Agus Wisman (29), salah seorang pejalan kaki yang kebetulan melintas tempat tersebut mengutarakan, rubuhnya kanopi yang diperkirakan memiliki panjang lebih kurang 12 meter itu tidak memakan korban. “Setahu saya pas tadi dengar gemuruh langsung melihat ke tempat dan tidak ada korban,” ucap Agus.

Sempat terjadi insiden, ketika pihak pengelola gedung yang diwakili keamanan, enggan memberi ruang meliput bagi wartawan. Tampak sejumlah petugas membersihkan reruntuhan beton. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts