Friday , 6 December 2019
Home » Lifestyle » Kampung Wisata Dago Pojok: Ikhtiar Mengembalikan Budaya Sauyunan & Sabilulungan

Kampung Wisata Dago Pojok: Ikhtiar Mengembalikan Budaya Sauyunan & Sabilulungan

Rahmat Jabaril menggagas kawasan Dago Pojok Kota Bandung sebagai Kampung Wisata, Edukasi dan Industri. (JABARTODAY.COM/FAHRUS ZAMAN FADHLY)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Dalam waktu dekat, kawasan Dago Pojok Kota Bandung akan disulap menjadi Kampung Wisata, Edukasi dan Industri. Rencana itu digagas seniman yang juga pendiri PKBM Rumah Kreatif Taboo, Rahmat Jabaril dihadapan Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta sejumlah warga Dago di Kantor Kelurahan Dago, Bandung Selasa (20/9).

Menurut Rahmat Jabaril, gagasan itu digulirkan untuk mengembalikan potensi nilai-nilai sauyunan (kebersamaan) dan sabilulungan (tenggang rasa dan toleransi) di kawasan Dago yang seiring waktu mulai terkikis arus modernisasi.

“Saat ini, nilai-nilai budaya kampung di Kota Bandung mulai terkikis. Keprihatinan inilah yang mendorong  saya dan warga Dago Pojok mencari jalan keluar agar bisa mengembalikan warisan budaya dan seni tradisi lokal tersebut,” ujar Rahmat.

Melalui konsep Kampung Wisata, Edukasi dan Industri ini, pihaknya berusaha menggali ulang nilai-nilai budaya kampung di kota Bandung yang diharapkan mampu berdampak pada peningkatan ekonomi warga.

“Kunjungan wisatawan ke Dago Pojok, akan mendorong kreativitas warga untuk menghasilkan sebuah karya seni dan produk seni yang membuka peluang industri baru bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Rahmat Jabril juga mengungkapkan pihaknya akan juga berupaya mendirikan sekolah gratis bagi warga tidak mampu sehingga seluruh anak bangsa ini mendapatkan keadilan dalam hal pendidikan.

“Saya sudah berbicara dengan banyak pihak untuk merealisasikan gagasan pendidikan gratis di kawasan Dago Pojok  ini. Kita akan galang dana CSR dari sejumlah BUMN. Kita sediakan buku dan gurunya. Warga bisa membawa anak-anaknya ke sekolah yang kami dirikan tanpa harus membayar sepeser pun,” jelas Rahmat. (fzf)