Kader PKK Garda Depan Pemberdayaan Keluarga

Ketua TP PKK Jawa Barat Netty Heryawan

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Kader PKK merupakan garda terdepan pemberdayaan keluarga. Karena itu, lomba Kader PKK jangan dipandang sebagai kegiatan tahunan semata. Begitu kata Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Heryawan pada Pembukaan Lomba Kader PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung PKK, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Jumat (15/3).

 

“Jadi tidak akan ada seorang pun yang mengklaim bahwa dirinya yang menyukseskan PKK tanpa adanya kader PKK. Karena, sejatinya mereka yang telah melalukan tupoksi dari gerakan PKK yaitu menjadi penggerak, penyuluh, dan pencatat sederhana sedangkan jika seorang pimpinan atau ketua hanya bicara tentang kebijakan,” Netty menambahkan.

 

Hal tersebut dikatakan karena para Kader PKK pada setiap melakukan tupoksinya pasti langsung berhubungan dan bertemu dengan masyarakat yang terus melakukan inovasi dan memberikan informasi yang diperlukan oleh masyarakat dan dapat membina serta memberikan motivasi pengetahuan wawasan berupa keterampilan dan kemampuan  para kader PKK dalam melaksanakan 10 program PKK di wilayah binaannya.

 

Dasar pelaksanaan Lomba Kader PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat ini ada dalam surat no. 30/SKR/PKKProvinsiJawaBarat/III/2013 yang diberikan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat kepada Ketua TP PKK Kab/Kota tertanggal 7 Maret 2013 sedangkan tentang kepanitian pelaksanaan lomba ada di surat no 8/ST/PKKProvinsiJawaBarat/III/2013. Hadir pada kesempatan itu perwakilan OPD yang erat kaitannya dengan posyandu: BKKBN Jabar, Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, BPMPD Jabar, BP3APKKB Jabar.

 

Senjata Tangkal Kerawanan Pangan

 

Berbicara pada hari yang sama, Netty menjelaskan, pada masa yang akan datang, sumber konflik antarnegara bukan lagi senjata melainkan sumber-sumber pangan dan air. Maka dari itu kita harus mempunyai kesadaran yang penuh bahwa harus membangun ketahanan pangan tersebut.

 

Menurutnya, Lingkungan Bebas Rawan Pangan (Linbasrangan) telah membangun kemitraan dengan sebuah aliansi yaitu Jabar Sehat kemudian menggerakan para kader pendamping untuk bisa mensukseskan program ini kemudian bekerja sama dengan TP PKK yang khususnya yang berada di kelompok kerja III dan Dinas Ketahanan Pangan. Adapun prinsip dari kemitraan adalah adanya kesetaraan, keterbukaan dan saling menguntungkan di antara mitra.

 

Netty mengharapkan, “generasi muda yang ada di Provinsi Jawa Barat ini sehat dan tidak mengalami gizi buruk sehingga mempunyai masa depan yang lebih baik. Maka dari itu kesuksesan program ini bergantung dari para kader pendamping Linbasrangan”.

 

Kepala Badan Ketahanan Pangan Dewi Sartika mengatakan, “dengan adanya program ini diharapkan merupakan langkah awal dalam upaya untuk membangun masyarakat yang berkualitas dan mempunyai daya saing.” Disebutkan Dewi, ketahanan pangan ini mengalami keretakan sebagai akibat dari gejolak harga dan kondisi iklim. Kemudian efektifitas dari penyerapan pangan ini tergantung dari pengetahuan individu atau rumah tangga, sanitasi, ketersediaan air, fasilitas dan pelayanan kesehatan, gizi dan pemeliharaan balita.(NJP)

Related posts