
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ketersediaan dan ketercukupan pasokan energi listrik menjadi salah satu faktor penunjang untuk mendongkrak perekonomian dan ksejeahteraan. Karenanya, PT PLN (Persero) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat rasio elektrifikasi.
“Kami terus berusaha keras untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Ini demi menerangi bumi nusantara. Caranya, membangun pembangkit listrik sampai ke pelosok desa,” tandas Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso.
Supangkat meneruskan, pihaknya memproyeksikan, pada 2019, rasio elektrifikasi di tanah air mencapai 97,35 persen. Agar target rasio itu tercapai, cetusnya, pihaknya meningkatkan kapasitas pembangkit. Sejak Juni 2017 hingga 2019, ungkapnya, kapasitas pembangkit bertambah 15.523 Mega Watt (MW). Artinya, jelas dia, pada 2019, kapasitas pembangkit mencapai 70.910 MW.
Sementara itu, berkenaan dengan Sumpah Pemuda, Supangkat menuturkan, pihaknya menjadi bagian program Kementerian BUMN, yaitu “BUMN Hadir di Kampus”, yamg serentak di 28 perguruan tinggi Indonesia. Berkaitan dengan program itu, sahut Supangkat, pihaknya di Institut Pertanian Bogor (IPB). “Kehadiran PT PLN (Persero) itu, terangmya, tidak hanya bersinergi dengam IPB, tetapi juga memberi bantuan pendidikan dan pelatihan bernilai total Rp 600 juta.
“Bantuan itu peruntukannya bagi sejumlah perguruan tinggi di Bogor. Yaitu, IPB, Universitas Pakuan, Univrrsitas Ibnu Kaldun, STIE Dewantara, Akademi Kimia Analis, dan Universutas Kesatuan,” paparnya. (win)