Jalur Kereta Paling Rawan Ada di Daerah Ini

Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Edi Sukmoro, berbincang dengan sejumlah penumpang saat meninjau Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Stasiun Kiaracondong, Sabtu (23/12).
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Tingginya curah hujan dan berlangsungnya cuaca ekstrim menyebabkan beberapa daerah memiliki tingkat kerawanan yang patut mendapat perhatian secara serius. Tentu saja, hal itu berpengaruh pada dunia transportasi, terutama transportasi darar, khususnya, kereta.

Di Indonesia, terdapat banyak daerah rawan yamg dilintasi jalur dan perjalanan kereta. “Adalah Daop (Daerah Opersional) 2 Bandung yang menjadi titik paling rawan di antara seluruh daop,” tandas Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Edi Sukmoro, pada sela-sela peninjauan kesiapan Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Stasiun Kiaracondong Bandung, Sabtu (23/12).

Didampingi Kepala PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, Saridal, Edi mengungkapkan, setidaknya, di wilayah kerja PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, terdapat 47 titik rawan. Salah satunya, kelas Edi, yaitu titik rawan yang dalam penanganan Direktorat Jemderal (Dirjen) Perkeretaapian (KA) Kementerian Perhubungan, di antaranya, berlokasi di Kilometer 107, yaitu sekitar Ciganea. “Juga di daerah yang belum lama ini mengalami longsoran (Warungbandrek, Bumiwaluya). Di daerah itu, ada sekitar 11 titik rawan yang terus kami amati dan monitor.

Di wilayah PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, jelasnya, titik-titik itu tergolong rawan terjadinya pergeseran tanah dan longsoran. Namun, kata Edi, dalam kondisi cuaca ekstrim ditambah curah hujan yang tinggi seperti saat ini, yang paling rawan terjadi adalah longsoran tanah. “Ini terus kami amati supaya seluruh perjalanan pada masa Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru, yamg berlangsung 22 Desember 2017 – 7 Januari 2018 berlangsung aman dan lancar,” tutupnya. (win)

 

Related posts